Berita

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian/Net

Dunia

China: Amerika akan Terbakar Jika Terus Main Api Soal Kemerdekaan Taiwan

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Undangan AS kepada Taiwan untuk berpartisipasi dalam KTT Demokrasi Desember mendatang terus mendapat penentangan dari Pemerintah China.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam pernyatannya pada Rabu (24/11), mengatakan bahwa Beijing menentang keras tindakan Washington.

"Hanya ada satu China, dan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintahan resmi yang mewakili seluruh Tiongkok," kata Zhao, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis (25/11).


Taiwan adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, dan prinsip satu Tiongkok adalah norma yang diakui secara universal yang mengatur hubungan internasional, menurutnya.

Zhao juga menegaskan kembali bahwa Taiwan tidak memiliki status dalam hukum internasional kecuali statusnya sebagai bagian dari China.

"Kami dengan sungguh-sungguh mendesak Amerika Serikat untuk mematuhi prinsip satu-China dan ketentuan yang relevan dari tiga komunike bersama China-AS, dan kami mendesak Amerika Serikat untuk berhenti menyediakan platform apa pun untuk atau mendukung pasukan 'kemerdekaan Taiwan'," kata Zhao.

Ia menambahkan, bermain dengan api dalam hal kemerdekaan Taiwan pada akhirnya akan menarik api ke Amerika Serikat sendiri.

Mengenai apa yang disebut KTT demokrasi, Zhao mengatakan bahwa China telah memperjelas posisinya dalam banyak kesempatan.

Ia menekankan, demokrasi adalah nilai umum semua orang, dan tidak boleh dimonopoli oleh segelintir negara.

"Apa yang telah dilakukan Amerika Serikat adalah bukti bahwa demokrasi hanyalah kedok dan alat yang digunakan oleh pihak AS untuk memajukan tujuan geostrategisnya, menekan negara lain, membelah dunia dan melayani kepentingannya sendiri," kata Zhao.
"Amerika Serikat mengejar politik blok dan menghasut konfrontasi di bawah jubah demokrasi, menyalakan kembali mentalitas Perang Dingin dan menarik pertanyaan luas dan oposisi dari orang-orang berpandangan jauh di komunitas internasional," demikian Zhao.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Ini Lima Kebutuhan Dasar yang Jadi Tantangan Jakarta Versi Fahira Idris

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:21

Dari Modal Rp300 Ribu, IDEacraft Tembus Pasar Jateng Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:09

Islam, Sosialisme, dan Keindonesiaan: Jalan Perjuangan Kader SEMMI

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:05

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Masih Bisa Dilawan

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:41

Harga Pertamax Cs Diprediksi Turun pada Juli 2026

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:10

Pemprov DKI Perkuat Infrastruktur Sambut HUT ke-499

Minggu, 21 Juni 2026 | 03:04

Belanda Buka Asa Lolos 32 Besar Usai Gulung Swedia 5-1

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:28

Kemendikdasmen Ditagih soal Putusan MK terkait Sekolah Swasta Gratis

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:06

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Untungkan Kubu Jokowi secara Opini

Minggu, 21 Juni 2026 | 02:01

Aliansi BEM Persatuan Indonesia Dukung MBG, Ini Syaratnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 01:34

Selengkapnya