Berita

Meski mulai didukung banyak relawan, nasib Ganjar Pranowo belum tentu pasti jadi Capres 2024/Net

Politik

Jauh dari Pemilik Mandat PDIP, Nasib Politik Ganjar Tetap di Pusaran Ketidakpastian

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 20:07 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Munculnya dukungan relawan tidak akan dapat memastikan nasib politik Ganjar Pranowo mendapatkan tiket di calon presiden (Capres) dari PDI Perjuangan.

Pandangan ini disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu petang (24/11).

Dedi meyakini, kondisi politik Ganjar saat ini masih ada dalam pusaran ketidakpastian. Sebab, Ganjar bukanlah politisi yang dekat di lingkaran inti PDIP.


"Kondisi sekarang, Ganjar tetap saja berada di pusaran ketidakpastian, mengingat ia jauh dari lingkaran pemilik mandat Parpol (PDIP)," demikian kata Dedi.

Lebih lanjut Dedi menganalisa, Megawati selaku Ketua Umum PDIP adalah sosok politisi matang. Catatan Dedi, Megawati bukanlah tipe pemimpin yang gampang terbawa situasi politik.

"Megawati selama ini bukan tipe pemimpin yang latah dengan situasi, banyak keputusan Megawati yang cukup detail dan matang," pungkas Dedi.

Dukungan terbaru bagi Ganjar Pranowo datang dari elemen relawan Jokowi Mania (Joman). Ketua Umum DPP Joman Immanuel Ebenezer menyatakan kelompok relawan berubah bentuk menjadi Ganjar Pranowo Mania.  

Alasan kuat membentuk GP Mania karena, sampai saat ini kenaikan elektabilitas Ganjar tidak bisa dibendung.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya