Berita

Tim Densus tengah menggelandang satu terduga teroris/Net

Pertahanan

Pasca Bom Bali, Jamaah Islamiyah Terbelah Tiga, yang Ditangkap Densus Kelompok Mana?

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 15:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Usai peristiwa bom bali I pada 12 Oktober 2002, Jamaah Islamiyah terbelah menjadi tiga kelompok. Dan hingga sekarang masih terus diungkap jaringannya oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri.

Demikian antara lain disampaikan pengamat terorisme dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Ciputat, Robby Sugara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (18/11).

Robby menjelaskan, kelompok pertama yakni yang menyatakan setuju atas aksi teror bom Bali dan tetap mengaku sebagai Jamaah Islamiyah. Kelompok kedua tidak setuju dan memilih untuk bergabung dengan upaya pemerintah membongkar jaringan mereka.


“Pada kelompok kedua ini, di antara mereka ada yang menyatakan keluar dari JI dan ada yang mengatakan masih di JI,” beber Robby.

Sementara kelompok yang ketiga yaitu tidak setuju dengan aksi bom Bali tapi tidak ikut membantu aparat pemerintah, mereka, dikatakan Robby masih tetap menyatakan diri sebagai anggota Jamaah Islamiyah dan sebagian membuat kelompok organisasi baru yang muncul ke publik dan sebagian lain masih tetap di JI dan berusaha tetap membangkitkan JI.

“Nah ZN (Ahmad Zain An-Najah) dan teman-temannya yang ditangkap baru-baru ini adalah kelompok ketiga dari JI tersebut,” ungkap Robby.

Dari pengamatannya, kelompok ketiga JI ini diisi oleh orang-orang yang berpendidikan tinggi dan memiliki kemampuan pemahaman agama yang cukup mumpuni. Robby mengatakan, kelompok ini lebih memilih strategi dan taktiknya dengan memanfaatkan demokrasi atau menunggangi demokrasi untuk tujuan besar mereka yakni berdirinya daulah islamiyah atau khilafah islamiyah.

“Strategi ini mirip dengan kelompok ikhwanul muslimin atau hizbut tahrir,” ujarnya.



Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya