Berita

Ribuan rumah dan bangunan infrastruktur lainnya di Jalur Gaza rusak hingga hancur akibat konflik antara Israel dan Hamas pada Mei 2021/Net

Dunia

Bangun Kembali Jalur Gaza, Qatar dan Mesir Sodorkan Bahan Bakar dan Bangunan

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 09:19 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejumlah negara berbondong-bondong mulai membangun kembali Jalur Gaza yang rusak parah setelah konflik bersenjata antara Israel dan Hamas pada Mei lalu.

Kementerian Luar Negeri Qatar pada Rabu (17/11) menyebut pihaknya dan Mesir juga telah menandatangani perjanjian untuk memasok bahan bakar dan bahan bangunan dasar ke Jalur Gaza.

Perjanjian sendiri disepakati selama pertemuan tingkat menteri kelompok donor internasional untuk Palestina, Komite Penghubung Ad Hoc (AHLC).


"(Menteri Luar Negeri Soltan bin Saad Al Muraikhi) menegaskan bahwa upaya kolaboratif bersama ini akan berkontribusi pada peningkatan kondisi kehidupan di (Gaza)," kata pernyataan Kemlu Qatar, seperti dikutip Reuters.

Data dari pemerintahan di Gaza yang dikelola Hamas menyebut sekitar 2.200 rumah hancur dan 37 ribu lainnya rusak akibat konflik 11 hari dengan Israel.

Para pejabat Palestina mengatakan 250 orang, termasuk 66 anak-anak, tewas oleh serangan udara Israel di Gaza. Para pejabat Israel mengatakan 13 orang, termasuk dua anak-anak, tewas di Israel oleh roket-roket militan.

Setelah gencatan senjata 21 Mei yang dimediasi oleh Mesir, akses ke dana dan bahan rekonstruksi telah menjadi tuntutan utama Hamas.

Tetapi di sisi lain, Israel membatasi bahan bangunan yang memasuki wilayah itu, dengan mengatakan Hamas menggunakannya untuk membuat senjata untuk melancarkan serangan.

Kendati demikian, menyusul kesepakatan dengan PBB dan Qatar, Israel mengizinkan bantuan keuangan dari negara Teluk itu untuk masuk ke Gaza.

Para pejabat Gaza memperkirakan akan dibutuhkan 479 juta dolar AS untuk membangun kembali rumah dan infrastruktur yang rusak. Qatar dan Mesir masing-masing menjanjikan 500 juta dolar AS untuk rekonstruksi Gaza.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya