Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jenderal AS: Rudal Hipersonik China Mampu Mengelilingi Bumi Sebelum Jatuh ke Sasaran

KAMIS, 18 NOVEMBER 2021 | 07:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rudal hipersonik buatan China disebut mampu berkeliling dunia sebelum meluncur ke arah target dengan tepat sasaran.

Begitu yang dikatakan oleh Wakil Ketua Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat, Jenderal John Hyten dalam wawancara dengan CBS News pada Selasa (16/11).

Dalam wawancara tersebut, Hyten tampaknya menyoroti uji coba rudal hipersonik yang dilakukan oleh China pada Juli lalu.


"China meluncurkan rudal jarak jauh. Itu berkeliling dunia, menjatuhkan kendaraan luncur hipersonik yang meluncur kembali ke China, yang berdampak pada target di China," ujarnya, seperti dikutip The Hill.

Hyten menyebut rudal itu bahkan cukup dekat mengenai sasaran.

Pada pertengahan Oktober, The Times melaporkan militer China meluncurkan sistem pemboman orbital pecahan untuk mendorong kendaraan luncur hipersonik di seluruh dunia pada 27 Juli. Tes kedua dilakukan pada 13 Agustus.

Berbicara kepada wartawan pada Rabu (17/11), Menteri Pertahanan Lloyd Austin mengatakan dia tidak akan menyebut tes itu sebagai "momen Sputnik", tetapi AS memiliki keprihatinan tentang kemampuan militer China yang berkembang.

“Saya telah menyoroti (Republik Rakyat China) sebagai tantangan langkah kami. Dan kami terus melakukan segala yang kami bisa untuk mengembangkan kemampuan yang tepat dan juga konsep yang tepat yang kami pikir akan diperlukan dan akan efektif dalam segala jenis kontes dan ke depannya,” kata Austin.

“Itu termasuk China, Rusia, atau negara lain mana pun yang ingin membawa kami,” tambahnya.

Komentar Hyten muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang kemampuan nuklir China di tengah meningkatnya ketegangan dengan Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya