Berita

Pendiri sekaligus CEO LSPR Prita Kemal Ghani mendapatkan gelar doktor honoris causa dari Coventry University/Ist

Nusantara

Upaya Memajukan Pendidikan PR Diakui Dunia, Prita Kemal Ghani Dapat Gelar Doktor Honoris Causa

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 18:13 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Semangat dan pencapaian Prita Kemal Ghani untuk memajukan dunia pendidikan kembali dibuktikan dengan didapatkannya gelar doktor kehormatan atau honoris causa dari salah satu universitas ternama di Indonesia, Coventry University.

Pendiri sekaligus CEO dari Institut Komunikasi dan Bisnis London School of Public Relations (LSPR) itu menerima gelar kehormatan tersebut dalam sebuah upacara penganugerahaan Awards Ceremony untuk Faculty of Arts and Humanities di Cathedral Coventry University, London pada Senin (15/11).

Universitas terbaik ke-15 di Inggris yang telah berdiri sejak 1843 itu memberikan gelar Doktor Honoris Causa bidang Public Relations atau Honorary Doctor of Arts in contribution to Public Relations & Communication Education across ASEAN kepada Prita.


Gelar itu diberikan oleh Pro-Chancellors Conventry University, Nick Sale, seperti dalam keterangan yang diterima redaksi.

"Saya ingin mengucapkan selamat kepada Prita Kemal Gani yang menerima gelar Doktor Kehormatan dari Coventry University. Prita adalah tokoh yang memiliki pencapaian yang luar biasa di bidang Public Relations. Hal ini tentu saja dapat menjadi inspirasi bagi para mahasiswa," ujar Wakil Rekor Coventry University, Profesor John Latham.

Prita dinilai memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap dunia pendidikan yang terkait Public Relations (PR) dan Komunikasi di kawasan ASEAN. Sebagai pakar PR, Prita juga dipandang sangat inspiratif, karena telah membantu menginspirasi para praktisi di industri PR dan komunikasi.
 
Dalam upayanya memajukan dunia pendidikan, Prita mendirikan LSPR pada 1992. Sejak saat itu, LSPR menjadi salah satu sekolah PR paling terkenal di Indonesia, dengan lebih dari 31.098 lulusan dan lebih dari 6.270 siswa.

Prita juga telah memperoleh banyak penghargaan selama karirnya, antara lain penghargaan Best Practices in the Public Relations and Communications Profession dan Outstanding Entrepreneur Award dari Asia Pacific Entrepreneur Awards.

Selain itu, Prita juga melibatkan dirinya dalam masalah sosial, setelah mendirikan London School of Autism Awareness Centre. Dia juga tercatat sebagai anggota Dewan Penasihat Proyek Perubahan Iklim British Council.
 
Prita mengaku merasa sangat terhormat menerima penghargaan Honorary Doctor of Arts dari Coventry University.

"Saya sangat berterima kasih kepada Coventry University atas pengakuan mereka atas pekerjaan dan pencapaian saya. Saya akan menghargai momen ini sebagai salah satu momen terbesar dalam hidup saya. Saya juga ingin berterima kasih kepada keluarga saya dan tim saya di LSPR yang selalu menjadi pendukung terbesar saya,” ucapnya.

Apresiasi atas penghargaan yang didapatkan oleh Prita juga turut disampaikan oleh Dutabesar RI untuk Inggris Desra Percaya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya