Berita

Mantan Menteri Luar Negeri India, Salman Khurshid/Net

Dunia

Rumah Mantan Menlu India Jadi Target Vandalisme Militan Hindu

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 17:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Mantan Menteri Luar Negeri India, Salman Khurshid dilaporkan telah menjadi target serangan kelompok militan Hindu.

Khurshid merupakan seorang politisi Muslim yang menjabat sebagai menteri luar negeri periode 2012 hingga 2014. Saat ini ia berdiri di partai oposisi utama Kongres dan kerap memicu berbagai kontroversi.

Bulan lalu, Khurshid menerbitkan sebuah buku yang membandingkan nasionalisme Hindu garis keras di bawah pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi dengan kelompok-kelompok ekstremis seperti ISIS.


Dari keterangan polisi yang dikutip AFP pada Selasa (16/11), kelompok militan Hindu menyerang dan membakar kediaman Khurshid di Nainital, negara bagian Uttarakhand, India.

Polisi mengatakan gerombolan sekitar 20 orang dari kelompok militan dalam serangan pada Senin (15/11).

"Mereka meneriakkan slogan-slogan, melemparkan batu, memecahkan beberapa jendela, mengobrak-abrik (pintu masuk) dan membakar (sebuah pintu),” kata kepala polisi setempat Jagdish Chandra.

Surat kabar The Times of India melaporkan, kelompok tersebut telah membakar patung Khurshid, melepaskan tembakan dan mengancam menantu perempuan penjaga dengan pistol.

“Memalu adalah kata yang terlalu tidak efektif. Saya berharap dapat membuka pintu ini kepada teman-teman saya yang telah meninggalkan kartu panggil ini. Apakah saya masih salah untuk mengatakan bahwa ini bukan Hinduisme?” kata Khurshid di media sosial, sembari mengunggah foto rumahnya yang dirusak.

Aktivis mengatakan bahwa minoritas agama di India yang mayoritas Hindu telah menghadapi peningkatan tingkat diskriminasi dan kekerasan sejak Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Modi berkuasa pada 2014.

Tahun lalu, Komisi Kebebasan Beragama Internasional AS mendaftarkan India sebagai negara yang menjadi perhatian khusus untuk pertama kalinya sejak 2004.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya