Berita

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg/Net

Dunia

100 Ribu Pasukan Rusia Diduga Berseliweran di Perbatasan Ukraina, NATO Turun Tangan

SELASA, 16 NOVEMBER 2021 | 07:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg memperingatkan Rusia bahwa mereka berdiri di dekat Ukraina.

Stoltenberg pada Senin (15/11) menekankan saat ini sangat penting untuk mencegah situasi menjadi tidak terkendali. Ia juga mendesak Rusia untuk transparan tentang kegiatan militer, mengurangi ketegangan dan mencegah eskalasi.

“Kita harus jernih, kita harus realistis tentang tantangan yang kita hadapi. Dan apa yang kita lihat adalah peningkatan militer Rusia yang signifikan dan besar,” kata Stoltenberg pada konferensi pers dengan Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba di Brussels, seperti dikutip Reuters.


Dia mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi tentang niat Rusia.

"Kami melihat konsentrasi pasukan yang tidak biasa, dan kami tahu bahwa Rusia telah bersedia menggunakan jenis kemampuan militer ini sebelumnya untuk melakukan tindakan agresif terhadap Ukraina," tambahnya.

Pergerakan pasukan Rusia selama beberapa hari terakhir telah memicu ketakutan akan kemungkinan serangan.

Moskow telah menolak saran seperti menghasut dan mengeluh tentang peningkatan aktivitas di wilayah tersebut oleh aliansi transatlantik NATO.

Rusia mencaplok Krimea dari Ukraina pada 2014 dan mengatakan perairan di sekitarnya menjadi milik Moskow sekarang, meskipun sebagian besar negara terus mengakui semenanjung itu sebagai Ukraina.

Separatis yang didukung Rusia menguasai wilayah Donbass timur Ukraina pada tahun yang sama dan tentara di kedua belah pihak terus terbunuh secara teratur dalam konflik di sana.

Pekan lalu, Ukraina memperingatkan pembangunan perbatasan pasukan mencapai 100 ribu.

"Sebagian pasukan yang dekat dengan perbatasan antara Rusia dan Ukraina, tetapi juga sebagian pasukan dan kemampuan yang ada di dalam Ukraina, yang berarti mereka berada di Krimea, yang dianeksasi secara ilegal, dan juga kita melihat para militan, separatis di Donbass, yang juga merupakan bagian dari Ukraina, didukung dan dibantu oleh Rusia," jelasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya