Berita

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon/Net

Politik

Fadli Zon Diminta Lawan DPP Gerindra, Berani?

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 16:37 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Teguran DPP Gerindra terhadap Fadli Zon karena mengkritik Presiden Joko Widodo (Jokowi) patut disesalkan. Hal ini, telah mengintervensi Fadli Zon sebagai anggota DPR RI, yang mempunyai hak fungsi pengawasan jadi dikebiri.

Demikian pendapat pengamat komunikasi politik Universias Esa Unggul Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/11).

“Fadli Zon harus berani melawan kesemenaan partainya demi tegaknya hak fungsi pengawasan. Fadli Zon harus berani menjadi martil demi menjaga marwah DPR RI dan kelangsungan demokrasi di ranah air,” kata Jamiluddin.

Menurut mantan Dekan Fikom IISIP Jakarta ini, teguran DPP Gerindra membuat fungsi pengawasan anggota DPR RI semakin lemah. Anggota DPR RI dari partai pendukung pemerintah, khususnya dari Partai Gerindra. Jikalau demikian, kata Jamiluudin, Gerindra semakin khawatir menggunakan hak fungsi pengawasannya.

“DPR RI dengan sendirinya akan semakin mandul. Hal itu akan berbahaya karena pengawasan terhadap eksekutif akan semakin tidak berjalan,” tandasnya.

Jurubicara Partai Gerindra, Habiburokhman, sebelumnya mengatakan bahwa anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Fadli Zon telah ditegur oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Parabowo Subianto.

Teguran tersebut diberikan terkait cuitan Fadli Zon di akun Twitter pribadinya yang menyindir Presiden Joko Widodo soal banjir di Sintang.

Menurut Habiburokhman, teguran diberikan Prabowo melalui Sekjen Gerindra Ahmad Muzani. Habiburokhman juga menegaskan apa yang disampaikan Fadli tersebut tidak mewakili Partai Gerindra.

“Tweet Pak Fadli Zon soal Sintang, kami perlu meluruskan jika statement tersebut tidak mewakili fraksi ataupun partai," kata Habiburokhman, Senin (15/11).

Populer

Perkara Baru, KPK Temukan Dugaan Kerugian Puluhan Miliar Rupiah dari Proyek Fiktif di Perusahaan BUMN PT Amarta Karya

Jumat, 17 Juni 2022 | 13:33

Kepala WHO Akui Percaya Virus Corona Berasal dari Laboratorium Wuhan China

Kamis, 23 Juni 2022 | 17:07

Usai Rakernas PDIP, Puan Maharani Jauhi Ganjar Pranowo

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:35

FPI, PA 212, dan GNPF Ulama Serukan Umat Islam untuk Satu Komando ke Habib Rizieq Shihab Soal Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 11:22

Tiga Partai Dapat Sokongan JK untuk Usung Anies Baswedan Maju Pilpres 2024

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:49

Tenteng Berkas ke KPK, Bekas Sesmenpora Klaim Formula E Dapat Rekomendasi Menpora Era Imam Nahrawi

Kamis, 16 Juni 2022 | 10:23

Sakit Hati dengan Gerindra, PKS dan Demokrat Kecil Kemungkinan Gabung KIR

Minggu, 19 Juni 2022 | 13:53

UPDATE

Yenny Wahid: PKB Saat Ini Dikelola dengan Sangat Paranoid, Digembok dari Dalam

Senin, 27 Juni 2022 | 04:23

Titah Sudah Turun, Golkar Cirebon Ditargetkan Raih 10 Kursi di Pileg 2024

Senin, 27 Juni 2022 | 03:59

Ada "Para Dewa" di Lingkaran Jokowi?

Senin, 27 Juni 2022 | 03:31

Kenang Gerindra sebagai Perahu Pertamanya, Edy Rahmayadi: Tak Pakai Duit

Senin, 27 Juni 2022 | 02:27

Roy Suryo Ikut Unggah Meme Editan Stupa Borobudur, Azmi Syahputra: Kesengajaan Dapat Dihukum

Senin, 27 Juni 2022 | 02:00

PAN Kabupaten Cirebon Usulkan 4 Bacapres, di Antaranya Anies dan Ganjar

Senin, 27 Juni 2022 | 01:33

Sindir Megawati dan Jokowi, Indra Perwira: Soekarno Dulu Hentikan Loyalitas ke Partai saat Lakukan Kepentingan Nasional

Senin, 27 Juni 2022 | 01:09

PDIP Ogah Koalisi dengan Demokrat, Herzaky: Kami akan Berkoalisi dengan Parpol yang Betul-Betul Berpihak Pada Rakyat

Senin, 27 Juni 2022 | 00:44

Singgung Presiden Harus Orang Indonesia Asli, Syahganda Nainggolan: Sutiyoso Sudah Kasih Tahu Saya, yang Sekarang Asli atau Tidak

Senin, 27 Juni 2022 | 00:21

Prihatin dengan Persoalan Buzzer hingga Islamphobia di Indonesia, Syarikat Islam Gabung dengan Koalisi Rakyat untuk Perubahan

Senin, 27 Juni 2022 | 00:00

Selengkapnya