Berita

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett/Net

Dunia

PM Israel Bantah Gunakan Dua Warganya untuk Mata-matai Rumah Presiden Erdogan

SENIN, 15 NOVEMBER 2021 | 10:14 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel membantah dengan tegas bahwa pihaknya menyewa dua warganya untuk menjadi turis demi memata-matai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Pekan lalu, dua warga Israel yang merupakan satu pasangan ditangkap oleh pihak berwenang Turki setelah mengambil foto rumah Erdogan.

Pasangan berusia 40 tahunan bernama Mody dan Natali Oknin. Mereka berdalih sedang berwisata dan merayakan ulang tahun di Turki.


Namun pada Jumat (12/11), pengadilan Turki memutuskan untuk menahan pasangan itu selama 20 hari tambahan. Perintah itu mengejutkan sebagian orang, karena mereka mengira pasangan itu akan dideportasi kembali ke Israel.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bahwa Natali dan Mody Oknin tidak bekerja untuk agen Israel mana pun.

"Eselon paling senior di Israel menangani masalah ini sepanjang akhir pekan, dipimpin oleh Kementerian Luar Negeri, dan akan terus bekerja tanpa lelah dengan tujuan menemukan solusi sesegera mungkin," kata Bennett pada Minggu (14/11), seperti dikutip Sputnik.

Presiden Israel Isaac Herzog, dan Menteri Luar Negeri Yair Lapid sama-sama mengeluarkan pernyataan bahwa Oknin tidak berafiliasi dengan badan intelijen Israel mana pun.

Namun, perwakilan di kantor kejaksaan Turki mengklaim pasangan itu melakukan spionase ketika mereka memotret rumah presiden Turki dari Camlica Tower.

Foto-foto tempat tinggal Erdogan kemudian dikirim ke pihak ketiga.

Sementara itu, pembela mengklaim foto-foto itu dikirim ke anggota keluarga, dan dikirim tanpa sepengetahuan bahwa tindakan seperti itu ilegal di Turki.

Media Turki telah melaporkan bahwa seorang warga negara Turki juga ditangkap bersama pasangan itu.

Penangkapan itu terjadi sekitar sebulan setelah pihak berwenang Turki menangkap 15 tersangka agen Mossad dalam operasi rahasia.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya