Berita

Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez berbicara kepada diplomat asing di Havana, Kuba, Rabu, 10 November 2021/Net

Dunia

Kuba Tuding AS Lakukan Upaya Menggoyahkan Pemerintah Lewat Provokasi Demonstrasi

SABTU, 13 NOVEMBER 2021 | 09:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pemerintah Kuba menuduh Amerika Serikat melakukan upaya untuk menggoyahkan negara kepulauan itu dengan memprovokasi demonstrasi yang dijadwalkan minggu depan.

Partai-partai oposisi rezim merencanakan unjuk rasa di Havana dan wilayah lain yang dijadwalkan Senin (15/11),  bertepatan dengan pembukaan kembali negara itu dari penutupan 20 bulan karena wabah Covid-19 serta peringatan 502 pendirian Havana.

Mulai Senin, Kuba akan mencabut sebagian besar pembatasan, baik pembatasan penerbangan, kehadiran di sekolah, transportasi, restoran, dan toko. Ia mengatakan bahwa kasus virus corona harian telah menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir berkat program vaksinasi massal.


Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodríguez, dalam pidatonya di depan para diplomat asing baru-baru ini mengatakan bahwa pemerintah tidak akan membiarkan AS melakukan agresinya dan menentang semua upaya AS yang akan merusak perdamaian di negara itu, seperti dilaporkan media TeleSur.

Aksi protes Senin telah dipublikasikan secara luas di media sosial, mendesak orang untuk turun ke jalan. Rodríguez mengingatkan bahwa jejaring sosial adalah medan yang rumit.

Dia menunjukkan bahwa kampanye komunikasi ini berhubungan dengan tindakan kelompok kekerasan yang ada di Kuba maupun di luar Kuba. Lebih lanjut, ia menjelaskan bagaimana platform Facebook menoleransi ujaran kebencian, yang tidak hanya melanggar hukum internasional tetapi juga hukum AS dan apa yang disebut "kebijakan komunitas" platform tersebut.

"Selain pengetahuan dan kebenaran, ada banyak juga kebohongan dan berita palsu yang tersebar,” katanya menanggapi ramainya berita rencana aksi demonstrasi di media sosial.

Pemerintah sosialis bermaksud mencegah terulangnya protes jalanan terbesar dalam dua dekade yang terjadi pada Juli lalu, di mana ribuan orang Kuba turun ke jalan memprotes dan mencela pemerintah. Pemerintah belum mengatakan berapa banyak yang ditahan, tetapi beberapa kelompok hak asasi manusia mengatakan ratusan orang ditangkap atau hilang.

Rodríguez mengatakan, kerusuhan menjadi salah satu penyebab sanksi ekonomi AS. Untuk rencana aksi protes Senin, ia menduga bahwa itu adalah bagian dari rencana campur tangan AS untuk menggambarkan Kuba sebagai negara gagal, sebagai pembenaran untuk meningkatkan blokade terhadap negara tersebut.

"Kami sama sekali tidak akan membiarkan agresi permanen Amerika Serikat," katanya kepada para diplomat yang hadir.

Tidak ada diplomat AS yang menghadiri pertemuan itu. Kedutaan Besar AS telah dibuka sejak 2015, tetapi operasinya berkurang tajam selama pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price dalam postingan Twitternya mengatakan, “Generasi baru bergabung dengan aktivis hak asasi manusia Kuba, memohon pemerintah mereka untuk menghormati hak asasi manusia. Pada (aksi protes) 15 November, pemerintah Kuba dapat membuat pilihan yang tepat - untuk mendengarkan rakyatnya saat mereka berbaris dengan damai agar suara mereka didengar.”

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya