Berita

Desa yang dibangun oleh China di Arunachal Pradesh, wilayah perbatasan yang disengketakan/Net

Dunia

China Bangun Desa di Arunachal Pradesh, India Minta Tentara Bersiaga

JUMAT, 12 NOVEMBER 2021 | 08:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Ketegangan di perbatasan antara China dan India tampaknya akan kembali memanas dengan laporan terbaru menyebut Beijing telah membangun sebuah desa di wilayah yang disengketakan.

Sebuah laporan tahunan dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) kepada Kongres baru-baru ini menyertakan aduan dari Kementerian Luar Negeri India.

Pentagon menyebut, Kemlu India mengatakan China telah membangun sebuah desa besar di dalam wilayah India, tepatnya di Arunachal Pradesh.


Sekitar 100 rumah pemukim China didirikan sepanjang sungai Tsai pada tahun lalu.

Jurubicara Kemlu India, Arindam Bagchi mengatakan pihaknya tidak menerima pendudukan tersebut dan klaim China tidak dapat dibenarkan.

"Pemerintah selalu menyampaikan protes kerasnya terhadap kegiatan semacam itu melalui jalur diplomatik dan akan terus melakukannya di masa depan," kata Bagchi, seperti dikutip Sputnik, Jumat (12/11).

Bagchi menegaskan, India akan terus berkomitmen untuk membangun infrastruktur di sepanjang wilayah perbatasan, termasuk di Arunachal Pradesh.

"Pemerintah terus mengawasi semua perkembangan yang berkaitan dengan keamanan India dan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan integritas teritorialnya," tegas dia.

Sementara itu Menteri Pertahanan India Rajnath Singh pada Rabu (10/11) menggambarkan situasi di perbatasan tidak stabil. Ia juga memerintahkan angkatan bersenjata untuk bersiaga.

China menanggap Arunachal Pradesh sebagai bagian dari Tibet Selatan. Sementara India membantah klaim tersebut, dengan menyebut beberapa bagian dari wilayah itu termasuk ke dalam sektor timur Garis Kontrol Aktual (LAC) sehingga pendudukan menjadi ilegal.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya