Berita

Perwakilan delapan negara Asia Tengah dan Selatan/Net

Dunia

Deklarasi Delhi, Delapan Negara Tetangga Serukan Solusi Dua Tahap untuk Krisis Afghanistan

KAMIS, 11 NOVEMBER 2021 | 09:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebanyak delapan negara di Asia Selatan dan Tengah secara kompak mengupayakan penyelesaian krisis di Afghanistan yang terjadi setelah Taliban mengambil alih kekuasaan pada pertengahan Agustus.

Delapan negara tersebut adalah India, Iran, Rusia, Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, Kazakhstan, dan Kirgistan. Sejak gejolak terjadi di Afghanistan, mereka telah mengadakan tiga kali pertemuan Dialog Keamanan Regional.

Pada Rabu (10/11), mereka memperkenalkan Deklarasi Delhi yang menyerukan solusi dua tahap demi perdamaian di Afghanistan.


Deklarasi itu menekankan pemerintahan yang terbuka dan benar-benar inklusif, yang mewakili kehendak seluruh rakyat Afghanistan dan memiliki wakil dari semua bagian masyarakat, termasuk kekuatan etno-politik.

"Semua bagian masyarakat dalam struktur administrasi dan politik sangat penting untuk proses rekonsiliasi nasional yang sukses di negara ini," jelas deklarasi tersebut.

Dalam poin ini, Taliban yang didominasi oleh etnis Pashtun didorong untuk terlebih dulu mencapai konsesus domestik untuk membentuk pemerintahan yang inklusif, dengan etnis Tajik, Hazara, dan Uzbek memiliki perwakilan yang memadai.

Setelah konsensus tercapai, pengakuan internasional terhadap pemerintahan yang dipimpin Taliban akan dapat menyusul.

Selama pertemuan antara India, Tajikistan, dan Uzbekistan, ketiganya sepakat bahwa pemerintahan Taliban harus terlebih dulu mencari pengakuan dari Loya Jirga dan dewan agama sebelum berusaha mencari pengakuan internasional.

Deklarasi Delhi juga menekankan pentingnya memastikan bahwa hak-hak dasar perempuan, anak-anak dan komunitas minoritas dipatuhi.

Delapan negara juga sepakat bahwa PBB harus memainkan peranan sentral di Afghanistan. Ini lantaran tidak ada satu negara mana pun, termasuk Pakistan, yang dapat memainkan peran dominan untuk mengarahkan nasib Afghanistan.

Selama konferensi, semua negara menyoroti bahwa wilayah Afghanistan tidak boleh digunakan untuk berlindung, melatih, merencanakan, atau membiayai tindakan teroris apa pun.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya