Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Selama Pandemi, Ada 8,4 Juta Ton Sampah Plastik Salah Kelola

RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 14:10 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sejak awal pandemi Covid-19 melanda hingga akhir Agustus, dunia menghasilkan sekitar 8,4 juta ton sampah plastik yang salah kelola.

Begitu hasil penelitian sebuah tim dari Nanjing University di China dan University of California San Diego di AS, yang dipublikasikan dalam jurnal peer-review Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America pada Senin (8/11).

Para peneliti memperkirakan bahwa 87 persen dari limbah plastik ekstra yang salah urus berasal dari rumah sakit, berdasarkan jumlah pasien rawat inap virus corona dan jumlah khas limbah medis yang dihasilkan per orang untuk 193 negara.


Penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh individu berkontribusi delapan persen, pengemasan lima persen dan alat tes 0,3 persen.

Pada 23 Agustus, Asia telah melaporkan 31 persen dari kasus Covid-19 global namun menghasilkan 46 persen dari sampah plastik tambahan yang berakhir di lingkungan, dibandingkan dengan 22 persen infeksi di Amerika Utara dan hanya enam persen limbah ekstra.

“Ini mencerminkan tingkat pengolahan limbah medis yang lebih rendah di banyak negara berkembang, seperti India, Brasil, dan China, dibandingkan dengan negara maju dengan jumlah kasus besar di Amerika Utara dan Eropa, misalnya Amerika Serikat dan Spanyol,” jelas para peneliti, seperti dikutip Asia One.

Mereka mengatakan Asia juga menghasilkan jumlah sampah terbesar dari kemasan belanja online selama pandemi.

“Sampah plastik yang salah kelola yang dihasilkan dari APD individu (termasuk masker wajah, sarung tangan, dan pelindung wajah) bahkan lebih condong ke Asia karena populasi pengguna masker yang besar," tambah para peneliti.

Dengan meningkatnya permintaan plastik sekali pakai dari pandemi telah memperburuk masalah sampah plastik global yang sudah tidak terkendali.

“Ini menimbulkan masalah jangka panjang bagi lingkungan laut dan terutama terakumulasi di pantai dan sedimen pesisir,” lanjut mereka.

Tim memproyeksikan bahwa pada akhir abad ini, hampir semua plastik yang terkait dengan pandemi akan berakhir di pantai atau dasar laut, yang berpotensi merusak ekosistem dasar laut.

Plastik yang dilepaskan ke laut dapat melakukan perjalanan jarak jauh, dan menjerat, menjebak atau dimakan oleh hewan yang dapat terluka atau mati sebagai akibatnya.

“Ini memberikan pelajaran bahwa pengelolaan sampah memerlukan perubahan struktural. Pencabutan atau penundaan larangan penggunaan plastik sekali pakai dapat mempersulit pengendalian sampah plastik setelah pandemi," pungkas tim peneliti.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Selain Anak Buah Nusron, KPK Benarkan Tangkap Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 00:25

Laut Bukan Tempat untuk Mati

Selasa, 15 September 2026 | 00:01

APKARINDO Perjuangkan Ksejahteraan Petani hingga Kejayaan Karet Rakyat

Senin, 14 September 2026 | 23:42

Anak Buah Nusron Kena OTT KPK Terkait Pengurusan HGB Summarecon

Senin, 14 September 2026 | 23:22

DPR Soroti Usia Kapal dan Kepatuhan Aturan Impor dalam Tragedi Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 23:02

Pemerintah Bahu Membahu Cegah Karhutla Masuk Zona Inti IKN

Senin, 14 September 2026 | 23:01

Pemilik Laundry Sukses Kembangkan Usaha dari Mekaar jadi BRILink Agen

Senin, 14 September 2026 | 22:38

OTT KPK Makin Mengerucut, Fahd A Rafiq hingga Bos Summarecon Dikabarkan Terjaring

Senin, 14 September 2026 | 22:37

Ketua KPK Benarkan OTT Pejabat ATR/BPN, Daftar Nama Belum Diungkap

Senin, 14 September 2026 | 21:59

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Selengkapnya