Berita

Perdana Menteri Australia Scott Morrison/Net

Dunia

Meski Gelontorkan Rp 10 Triliun untuk Teknologi Rendah Emisi, Australia Tetap Izinkan Penggunaan Batu Bara

RABU, 10 NOVEMBER 2021 | 10:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Australia menyebut akan mempersiapkan dana hingga 1 miliar dolar Australia atau setara dengan Rp 10 triliun untuk diinvestasikan ke perusahaan-perusahaan pengembang teknologi rendah emisi.

Namun di sisi lain, Australia masih aktif menggunakan batu bara dan gas.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Rabu (10/11) mengatakan, dana tersebut merupakan bagian dari rencana untuk berusaha mengurangi emisi karbon hingga ke titik nol pada 2050.


Berdasarkan rencana tersebut, pemerintah federal akan memberikan A$500 juta untuk dana tersebut, dicocokkan dengan investor swasta, yang akan digunakan untuk mendukung perusahaan tahap awal dalam mengembangkan teknologi termasuk penangkapan dan penyimpanan karbon.

"Rencana kami untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050 adalah rencana Australia yang berfokus pada teknologi bukan pajak dan dana ini mendukung perusahaan Australia untuk menemukan solusi baru," kata Morrison, seperti dikutip The Straits Times.

Ia mengatakan, pemerintah federal akan memperkenalkan UU untuk menetapkan dana tersebut, untuk memungkinkan Clean Energy Finance Corp, bank hijau milik pemerintah, untuk mendanai penangkapan dan penyimpanan karbon, yang tidak diperbolehkan menurut ketentuan yang ada.

Langkah itu dilakukan sehari setelah pemerintah federal menjanjikan 178 juta dolar Australia untuk meningkatkan peluncuran stasiun pengisian bahan bakar hidrogen dan pengisian untuk kendaraan listrik.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya