Berita

Anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen/RMOL

Politik

Banyak Penerima KIS-PBI Dinonatifkan, Komisi IX DPR Segera Panggil BPJS Kesehatan

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 18:48 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Temuan soal penerima Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS PBI) Jaminan Kesehatan yang dinonaktifkan menjadi perhatian Komisi IX DPR RI.

Temuan data itu disampaikan Ketua DPRD Surakarta, Budi Prasetyo saat audensi dengan dua anggota Komisi IX DPR RI, Muchamad Nabil Haroen dan Rahmat Handoyo, Senin (8/11).

Diungkapkan Budi, penerima KIS PBI dinonaktifkan karena adanya perubahan Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dimiliki Kementerian Sosial.


"Di Surakarta banyak penerima KIS yang dinonaktifkan. Menurut catatan ada 13 ribu penerima KIS yang dinonaktifkan,” kata Budi Prasetyo.

Menurutnya, persoalan ini harus mendapat perhatian serius karena menyangkut kesehatan masyarakat, terutama masyarakat Surakarta.

"KIS sangat dibutuhkan oleh  masyarakat Surakarta untuk dipakai  mengontrol kesehatan mereka," tegas Budi.

Terkait persoalan penonaktifan KIS-PBI ini, Nabil Haroen mengatakan bahwa disparitas data yang dimiliki Kemensos dan Dukcapil masih dalam proses verifikasi.

“Persoalan data memang selalu menjadi masalah klasik. Dalam waktu dekat Komisi IX mengagendakan akan mengundang kembali Kemenkes, Kemensos, BPJS Kesehatan untuk menuntaskan masalah ini (penonaktifan KIS-PBI),” jelas pria yang karib disapa Gus Nabil.

Gus Nabil mengatakan bahwa persoalan yang disampaikan oleh DPRD Surakarta juga terjadi di daerah lainnya. Dalam pandangan Gus Nabil, kalau yang dinonaktifkan adalah masyarakat yang mampu tidak masalah, namun jika masyarakat tidak mampu yang dinonaktifkan akan menjadi masalah serius.

"Apalagi bagi mereka yang dalam pengobatan rutin,” tambah Gus Nabil.

"Kita (Komisi IX DPR) dalam rapat kerja dengan mitra kerja, seperti dengan Menkes sudah menyampaikan persoalan ini. Misalnya soal data penerima KIS yang tidak tepat sasaran," ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya