Berita

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang/Repro

Politik

Ilham Bintang: Najwa Tolak Permintaan PSSI Buka Identitas Sumber Berita adalah Sikap Profesional

SENIN, 08 NOVEMBER 2021 | 16:37 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) menyatakan tidak ada pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam acara bertema PSSI Bisa apa yang dipandu Mata Najwa.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, Ilham Bintang menjelaskan, merespons polemik atas program tersebut, pihaknya menggelar rapat bersama anggota lainnya.

Dinyatakan Ilham Bintang, perlindungan terhadap sumber berita adalah mahkota wartawan.


"Pertama menilai tidak ada pelanggaran Kode Etik Jurnalistik dalam program Mata Najwa Trans7 Episode 6 PSSI Bisa Apa?" demikian keterangan Ilham Bintang usai mengadakan rapat daring, Senin (8/11).

Lebih lanjut, Ilham menjelaskan, sikap penolakan Najwa atas desakan pihak PSSI membuka identitas sumber berita adalah bentuk profesionalitas sebagai seorang wartawan. Selain itu, Najwa sebagai pemandu acara dinilai memiliki tingkat kepatuhan terhadap etika profesi.

"Sesuai yang diamanatkan Pasal 7 Kode Etik Jurnalistik. Penolakan itu sekaligus menunjukkan yang bersangkutan melaksanakan perintah UU Pers 40/1999, khususnya Pasal 4 ayat 4," demikian penjelasan Ilham.

Jika memang keberatan, Ilham mempersilakan pada pihak PSSI menggunakan hak jawab. Pihak PSSI, tambah Ilham juga bisa melakukan langkah lain yang sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam penutup konferensi pers itu, Ilham mengimbau kepada seluruh wartawan untuk tetap menaati seluruh kode etik jurnalistik.  

"Seluruh wartawan untuk mentaati Kode Etik Jurnalistik yang merupakan konsep operasional moral wartawan dan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas jurnalistik," pungkas Ilham.

Terkait dengan polemik program Mata Najwa Shihab, Dewan Kehormatan PWI Pusat yang menghadiri rapat antara lain: Ketua DK Ilham Bintang selaku pimpinan rapat, Sekretaris Sasongko Tedjo, tiga anggota Asro Kamal Rokan, Tri Agung Kristanto dan Nasihin.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya