Berita

Ketua Panitia Kongres Pemuda Asia Afrika 2021 Respiratori Saddam Al-Jihad/RMOL

Politik

Jelang Kongres Pemuda Asia Afrika, Generasi Muda Harus Berkontribusi pada Stabilitas Kawasan

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 21:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kongres Pemuda Asia Afrika  2021 atau Asian African Youth Government 2021 harus menjadi momentum bagi generasi muda untuk membahas peran penting yang bisa dilakukan dalam mencari solusi dari persoalan kontemporer yang kian kompleks belakangan ini.

Ketua Panitia Kongres Pemuda Asia Afrika  2021 Respiratori Saddam Al-Jihad mengungkapkan, salah satu masalah yang akan menjadi bahasan pada pertemuan yang akan digelar 16-19 Desember 2021 di Bandung, Jawa Barat ini, diantaranya dampak pandemi Covid-19 dan perkembangan teknologi.

“Kita hari ini, di era 4.0 dan memasuki masyarakat 5.0, diperhadapkan pada kompleksitas problematika seperti krisis kemanusian, pendidikan yang tidak merata, kemiskinan dan kelaparan yang masih merajalela, dan konflik atau perang masih saja terjadi di beberapa titik, apalagi ditambah dengan wabah Covid-19 yang luar biasa dampaknya,” ujar Saddam kepada wartawan, Jumat (5/11).


Dalam Kongres Pemuda Asia Afrika ini, dikatakan Saddam, diharapkan pemuda hadir dan menjadi pemecah masalah, baik itu negaranya sendiri maupun di negara lain.

Pasalnya, apa yang terjadi di satu negara pada era kekinian, bisa berdampak ke negara lain atau dunia internasional. Misalnya konflik Israel versus Palestina, perang saudara di Suriah dan Afganistan, serta konflik Rohingya di Myanmar dan Uighur di China.

“Sangat disayangkan, hari ini masih saja terjadi konflik di beberapa negara di kawasan Asia dan Afrika yang tentunya berujung pada krisis kemanusian, bahkan hukum humanitarian internasional seringkali tidak diindahkan dan terlebih lagi terdapat sejumlah negara luar yang melakukan intervensi atas nama kemanusiaan tetapi malah memperkeruh keadaan untuk mencapai kepentingannya,” terangnya.

Lanjutnya, dengan memegang teguh semangat lahirnya Organisasi Asia Afrika 76 tahun silam, yakni menjunjung tinggi kemanusian atau hak dasar manusia, kedaulatan, integritas, persamaan hak semua suku dan bangsa serta asas kebersamaan.

"Kita, para pemuda, harus menjadi duta perdamaian, dan itu harus menjadi gerakan yang massif agar tercipta perdamaian di Asia Afrika,” tegasnya.

Saddam yang kini menempuh pendidikan di Universitas Nankai, China ini juga mengkhwatirkan di tengah sejumlah negara maju, banyak negara yang dirundung kemisikinan dan kelaparan.

"Masalah itu merajalela baik di Asia maupun di Afrika, seperti kelaparan tertinggi yang ada di benua Asia dan negara-negara termiskin ada di Afrika, ditambah lagi dengan kasus Covid-19 yang memperparah masalah itu," pungkasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

Prabowo Tindak Lanjuti Usulan Tambah Beasiswa S3 bagi Dosen

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:09

Panitia Ogah Disusupi Politik, Jokowi Batal Ikut Kirab Budaya di Lampung Timur

Minggu, 28 Juni 2026 | 16:06

Sekolah Rakyat Bogor Padukan Panorama Alam dan Fasilitas Pendidikan Modern

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:43

400 Lajang Ikut Golek Garwo, Kemenag Dorong Lahirnya Keluarga Sakinah

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:35

Dana SAL Kemenkeu Perkuat Likuiditas dan Intermediasi Bank Mandiri

Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29

Prabowo Target Pangkas BUMN dari 1.000 Jadi 250 Perusahaan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:47

Safari Politik Jokowi Bareng PSI Picu Sorotan

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:28

Daftar 32 Tim yang Lolos Piala Dunia 2026, Lajut Fase gugur

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:16

Australia Gandakan Denda Platform Medsos Nakal hingga Rp1 Triliun

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:06

Membaca Sinyal di Balik Ritual Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung

Minggu, 28 Juni 2026 | 13:56

Selengkapnya