Berita

Rakernas Sapma PP di Jakarta/Net

Nusantara

Evaluasi Kinerja, Sapma Pemuda Pancasila Gelar Rapimnas dan Rakernas

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 21:45 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Organisasi Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (Sapma) Pemuda Pancasila menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) selama 2 hari di Jakarta.

Tujuan kegiatan tersebut untuk saling memberikan evaluasi kinerja anggota dan pengurus yang sudah dilaksanakan selama 2 tahun ini, serta program yang belum direalisasikan, dan apa yang menjadi kendala atau kesulitannya, sehingga kegiatan sosial kemasyarakatan itu belum dilaksanakan.

Rapimnas dan Rakernas itu dihadiri oleh 23 Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) seluruh Indonesia bersama pengurus pusat Sapma PP, dan juga ada pengurus wilayah yang menjadi peninjau saat pleno dimulai.


Dalam sambutannya, Ketua Umum Sapma PP, Aulia Arief mengatakan, perlunya kaderisasi yang berjalan secara berkesinambungan baik di pusat maupun di daerah, dan juga mendukung program-program yang dijalankan pemerintah.

"Sebagai organisasi sosial pelajar dan mahasiswa Pemuda Pancasila, kita harus menjalankan fungsi sosial kontroling, dimana apabila ada program-program atau pelaksanaan pemerintah yang kurang baik, kita harus bisa mengkritisi, tapi dengan cara-cara yang bijak dan juga baik," kata Arief di kantor MPN Pemuda Pancasila, di Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (5/11).

"Karena kalau mahasiswa dan pelajar cuma diam-diam aja, berarti itu sudah masuk angin kan," sambungnya.

Aulia Arief mengatakan bahwa banyak kader-kader atau anggota SAPMA yang sudah menjalankan kegiatan sosial, seperti terlihat dalam media sosial.

"Banyak teman-teman disini, tanpa diminta pun (menjalankan kegiatan), terutama kegiatan yang berbasis sosial. Hampir seluruh Indonesia, seperti dilihat di media sosial, semua luar biasa. Sampai muncul ide-ide yang luar biasa, seperti berjualan nasi, dengan harganya Rp.1000," ucap Arief.

Menurutnya, sedianya, pelaksanaan Rapimnas dan Rakernas akan diselenggarakan pada 2020 di Yogyakarta, namun karena Pandemi Covid-19, maka acaranya ditunda karena tidak mendapat izin.

"Kenapa kita bikin sekarang, karena akan melaksanakan evaluasi. Kepengurusan kami juga sudah berjalan selama 2 tahun terakhir," ujarnya.

Meski acara Rakernas ini dibuat secara sederhana. Tapi Insya Allah tidak mengurangi nilai-nilai dan juga rasa persaudaraan.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional (MPN) Ormas Pemuda Pancasila, KPH. H. Japto S. Soerjosoemarno mengatakan bahwa orgnisasi SAPMA adalah kader mudanya pemuda pancasila sebagai ormas, yang kini mereka mengadakan Rapimnas yang merupakan pertemuan seluruh pimpinan wilayah, dan sekaligus menyelenggarakan Rakernas untuk mengevaluasi permasalahan kinerja selama ini.

Kemudian, kata Japto, dalam Rakernas ini untuk mencari solusi dalam hal kinerja, khususnya kegiatan sosial di masyarakat.

"Jadi mereka menyatakan (Rapimnas dan Rakernas) program secara nasional. Kemudian evaluasi
mereka untuk dilakukan inventarisasi masalah," tutur Japto.

"Dan juga mencari cara penyelesaian-penyelesaian bagaimana mengatasi permasalahan permasalahan yang baik secara organisator organisasi maupun sapma sebagai mitra pemerintah khususnya sebagai OKP (Organisasi Kepemudaan)," tambah dia.

Sementara saat disinggung soal pemuda yang memberikan proposal kepada instansi dan perusahaan, bahkan ada yang mengancam, menurut Japto, hal itu dilakukan oleh seluruh organisasi kepemudaan atau ormas yang ada di Indonesia.

"Saya rasa itu semua dilakukan  organisasi, bahwa kehidupan sekarang membuat orang menjadi ganas, seperti makan susah, hidup susah, sakit mahal, mati mahal,  membuat orang banyak menjadi kriminal," tutur Japto.

Jadi, lanjut dia, permasalahan tersebut, dan juga terjadi konflik di daerah antar ormas, tidak hanya menyalahkan satu organisasi saja. Bahkan di organisasi pemerintah, lebih kejam dalam hal merampok.

"Jadi jangan hanya menyalahkan satu organisasi. Jangankan di PP, di pemerintahan aja ada kok, ada yang lebih jahat daripada perampok," tegasnya.


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya