Berita

Molnupiravir/Net

Dunia

Pertama di Dunia, Inggris Izinkan Penggunaan Molnupiravir Bagi Pasien Covid-19

JUMAT, 05 NOVEMBER 2021 | 12:32 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Inggris telah memberikan lampu hijau atas penggunaan pil antivirus molnupiravir terhadap Covid-19. Dengan begitu, Inggris menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui obat yang dikembangkan oleh Merck&Co dan Ridgeback Biotherapeutics itu.

Pada Kamis (4/11), Badan Pengatur Obat dan Produk Kesehatan Inggris (MHRA) merekomendasikan molnupiravir untuk digunakan pada pasien Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang, dan setidaknya satu faktor risiko untuk mengembangkan penyakit parah, seperti obesitas, diabetes usia tua, dan penyakit jantung.

MHRA menyebut, pil antivirus itu dapat diberikan sesegera mungkin setelah seseorang dinyatakan positid Covid-19, atau dalam waktu lima hari sejak timbulnya gejala.


Nantinya, pil diminum dua kali sehari selama lima hari.

Dikutip Reuters, para ahli di Amerika Serikat (AS) juga akan bertemu pada 30 November untuk meninjau data keamanan dan kemanjuran obat tersebut, serta memastikan apakah molnupiravir dapat digunakan untuk Covid-19.

Molnupiravir dari Merck telah diawasi dengan ketat sejak data bulan lalu menunjukkan obat itu dapat mengurangi separuh kemungkinan kematian atau dirawat di rumah sakit bagi mereka yang paling berisiko mengembangkan Covid-19 parah.

Direktur medis nasional untuk National Health Service (NHS), Profesor Stephen Powis, mengatakan obat itu akan diberikan kepada pasien dengan risiko komplikasi yang lebih tinggi.

Lampu hijau untuk molnupiravir muncul dalam upaya Inggris menghadapi musim dingin. Inggris sendiri memiliki sekitar 40 ribu kasus harian Covid-19 dalam sepekan terakhir.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya