Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Ingatkan Jokowi, Arman Salam: Jadi "Hero" di Mata Dunia Baik, tapi "Hero" di Negara Sendiri Lebih Didambakan Masyarakat

RABU, 03 NOVEMBER 2021 | 15:52 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Presiden Joko Widodo dalam beberapa hari belakangan nampak seperti pahlawan di mata dunia.

Bukan hanya Indonesia di masa pemerintahannya menerima Presiden G-20, tetapi pemimpin negara di dunia juga nampak menyanggung kepemimpinan Joko Widodo selama ini.

Merespons hal itu, Direktur Riset Indonesian Presidential Studies (IPS) Arman Salam mengatakan, Jokowi tidak boleh terjebak dalam sanjungan para pemimpin dunia. Sebab, akan berdampak menjadi bumerang bagi Jokowi dan Indonesia sebagai negara bangsa.


Ia mengingatkan bahwa, dipilihnya Indonesia menjadi Presidensi G-20  jangan sampai membuat lupa bahwa tugas Jokowi adalah untuk membela kepentingan negara sendiri.  

"Menjadi ketua G-20 jangan sampai membuat lupa akan hakekatnya membela kepentingan negara sendiri dan bukan negara luar," demikian kata Arman kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (3/11).

Dikatakan Arman, diakuinya Presiden Jokowi di mata dunia sangat baik bagi bangsa Indonesia. Meski demikian, menjadi pahlawan bagi negaranya sendiri jauh lebih diharapkan oleh masyarakat Indonesia saat ini.

"Menjadi hero dimata dunia adalah baik namun harus menjadi hero dinegara sendiri itu lebih didambakan masyarakat. Harus jeli memilah mana kepentingan global dan mana kepentingan untuk bangsa," pungkasnya.

Presiden Joko Widodo sejak 30 Oktober melakukan rangkaian lawatan ke luar negeri. Ia menghadiri KTT G-20 di Roma Italia sekaligus menerima Presidensi G-20, menghadiri KTT pemimpin dunia COP26 dan saat ini berkunjung ek Uni Emirat Arab.

Dalam pertemuan-pertemuan itu, Jokowi kerap mendapat sanjungan dan sambutan hangat dari para pemimpin negara di dunia.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Anak SMA Peserta Cerdas Cermat MPR Ramai-ramai Dibully Juri dan MC

Senin, 11 Mei 2026 | 14:27

UPDATE

Puan: APBN 2027 Harus Jadi Instrumen Nyata untuk Sejahterakan Rakyat

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:19

28 Tahun Reformasi, Kekuasaan Harus Berjalan Independen

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:18

Prabowo Minta Menkeu Segera Ganti Pimpinan Bea Cukai Bermasalah

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:08

Bitcoin Depot Bangkrut, Hampir 10 Ribu ATM Ditutup

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:07

Pemerintah Harus All Out Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01

Rupiah Melemah, UMKM dan Hilirisasi Industri Harus Diperkuat

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:46

Prabowo: Rakyat Tidak Mimpi Kaya Raya, Asal Bisa Hidup Layak dan Sejahtera

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:42

Kenaikan Penerimaan Pajak Jangan Bikin Terlena

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:38

Sah! Prabowo Wajibkan Ekspor Sawit Hingga Batu Bara Satu Pintu Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:33

Fatayat NU Ajak Kader Perempuan Lebih Percaya Diri di Ruang Publik

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:32

Selengkapnya