Berita

PWNU dan PC se Kalimantan Timur saat melakukan pertemuan membahas Muktamar NU/Ist

Politik

Jelang Muktamar NU, PWNU Kaltim: Jangan Sampai Muncul Seolah Ini Bukan Forumnya Ulama

SELASA, 02 NOVEMBER 2021 | 21:35 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Makin mendekati pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung, dinamika di internal ormas Islam terbesar ini makin menghangat.

Menyikapi situasi ini, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Timur menyerukan seluruh muktamirin dapat menjaga suasana agar tetap sejuk dan khidmat.

“Jangan ada diksi atau narasi yang keras. Jangan sampai muncul seolah-olah ini bukan forumnya para ulama,” kata Wakil Ketua PWNU Kaltim Syafaruddin saat pertemuan PW dan PCNU se-Kalimantan Timur di Hotel Bumi Senyiur, Samarinda, Rabu (2/11).


Pertemuan PW dan PCNU se-Kalimantan Timur digelar memanfaatkan momentum usai bertatap muka dengan Wapres RI Maruf Amin. Wapres sendiri hadir dalam rangka Dies Natalis sekaligus peresmian Kampus II Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kaltim.

Seruan Syafaruddin ini muncul menyusul berbagai kabar yang beredar seputar massifnya gerakan suksesi kandidat yang mulai lepas kontrol.

Dijelaskan Syafarudin, saat ini sudah mulai muncul cara-cara mempengaruhi preferensi politik dengan bentuk pressure dan tekanan-tekanan.

Ia menilai, cara-cara seperti itu tidak patut dilakukan di organisasi Islam seperti Nahdlatul Ulama.

“Apalagi sampai pada tindakan-tindakan yang tidak ada contohnya di NU. Muktamar harus jadi forum yang sejuk dan nyaman buat semua,” paparnya.

Ia juga menyinggung soal isu pembatasan periode yang menurutnya tidak relevan.

Argumentasi Syafarudin, disamping tidak ada aturan baku, beberapa kali sejarah kepemimpinan di PBNU lebih dari tiga periode juga tidak ada masalah.

“Yang kita lihat ashlahnya. Ini intensitas kaderisasinya luar biasa. Mulai kaderisasi struktural, kaderisasi ulama, PKPNU, dan lain-lain. Puncaknya hari ini kita menikmati dimana Wapres kita dari NU,” tandas Syafaruddin.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya