Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Prosedur Prokes saat PTM Masih Amburadul dan Berakibat Fatal, Lapor Covid-19 Minta Pemerintah Tinjau Ulang

SENIN, 01 NOVEMBER 2021 | 01:54 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang diberlakukan pemerintah sejak 30 Agustus lalu dinilai belum efektif mencegah potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Dalam laporan terbarunta yang berjudul "Gali Lubang, Tutup Lubang PTM, LaporCovid-19 menyajikan aduan dan hasil analisisnya mengenai pelaksanaan PTM selama dua bulan ini.

"Protokol kesehatan diabaikan saat pembelajaran tatap muka di sekolah," tulis LaporCovid-19 saat membuka laporannya yang dikutip Kantor Berita Politik RMOL Senin dini hari (1/11).


Dalam catatannya, LaporCovid-19 menerima 31 laporan warga di beberapa daerah di Indonesia mengenai pelanggaran protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Salah satu yang disampaikan adalah laporan warga Kabupaten Cianjur yang mengeluhkan pelaksanaan PTM di sekolah yang tidak mengikuti ketentuan yang ada.

"Selama beraktivitas di sekolah, banyak murid dan guru tidak mengenakan masker, sementara jumlah murid sendiri tidak dibatasi (100 persen) tatap muka.Sudah dilakukan sejak lama tanpamemperhatikan ketentuan PPKM yang berlaku," bunyi laporan warga yang diunggah LaporCovid-19.

Sebagai buktinya, LaporCovid-19 mengunggah keterangan resmi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yang menyatakan bahwa pelaksanaan PTM di Bandung dihentikan sementara lantaran beberapa sekolah ditemukan adanya penulran Covid-19.

Keluhan warga lainnya yang diterima tim LaporCovid-19 yakni dari Kabupaten Grobogan, yang menginformasikan sulitnya penerapan prokes di dalam sekolah. Hal ini disebabkan tidak adanya pembatasan PTM sebanyak 50 persen, dan adanya siswa yang sakit mirip gejala Covid-19 tetap  masuk ke kelas.

"Sekolah minim persiapan dan kontrol pelaksanaan PTM. Pemerintah harusnya menetapkan standar kuantitas kelengkapan fasilitas prokes seperti jumlah proposional toilet, sarana cuci tangan, thermo gun, dan hal lain yang tidak menimbulkan antrian," pesan LaporCovid-19.

Maka dari itu, LaporCovid-19 meminta pemerintah untuk mengevaluasi ulang standar PTM, dan perbaiki sistem Pmbelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya