Berita

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha/Net

Dunia

Pesan PM Prayut Kepada Demonstran Jelang Pembukaan Kembali Thailand: Tolong Jaga Citra Nasional

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 16:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Thailand berencana membuka penguncian pada Senin (1/11). Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha mengimbau agar pelaku bisnis dan sektor publik secara ketat mematuhi peraturan agar pengendalian penyakit tetap berjalan sesuai harapan.

Berbicara usai memimpin rapat Pusat Administrasi Situasi Covid-19 di Gedung Pemerintah pada Jumat, Jenderal Prayut mengatakan, dia membutuhkan kerja sama semua pihak untuk pembukaan kembali pengunjung dari 46 negara.

"Pemerintah telah menyiapkan banyak langkah yang tepat. Semua orang harus mengikutinya semaksimal mungkin dan menghindari risiko penularan Covid-19," katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Sabtu (30/10).


Perdana menteri juga mengatakan pemerintah akan mencabut karantina wajib secara kondisional untuk kedatangan melalui udara dari negara-negara tertentu, tetapi untuk kedatangan melalui darat dan air itu akan tetap berlaku.

"Pejabat harus serius mengatur kedatangan melalui cara lain dan mencegah migran ilegal. Negara tetangga akan diminta untuk bekerja sama," kata Prayut.

Prayut juga menginstruksikan tenaga medis untuk siap merespons, termasuk menyiapkan rumah sakit lapangan dan area karantina, jika terjadi wabah Covid-19 setelah negara dibuka kembali.

Sebagai persiapan pembukaan kembali Pemerintah Thailand telah memesan obat anti-virus Covid molnupiravir, sehingga negara akan memiliki persediaan untuk penanganan cepat. Pemerintah juga membeli favipiravir dan telah memerintahkan pengembangan obat herbal lokal untuk pengobatan awal pasien Covid-19.

Prayut juga meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah akan mencegah masuknya pengunjung asing yang berlebihan.

"Model pembukaan kembali 'kotak pasir' yang diperkenalkan di Phuket pada Juli terbukti efektif dan banyak negara lain mengadopsinya," kata Prayut.

Pesan Prayut lainnya ditujukan untuk para demonstran, agar mereka bisa bekerja sama dengan melindungi citra nasional dan menghindari tindakan yang akan membuat pengunjung putus asa.

“Yang paling penting bagi pemerintah adalah membiarkan orang melanjutkan mata pencaharian mereka dan agar rantai pasokan bahan baku berfungsi seiring dengan pembukaan kembali negara itu,” kata Prayut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya