Berita

Laboratorium P4 (tengah) di kampus Institut Virologi Wuhan di Wuhan di provinsi Hubei tengah China/Net

Dunia

Terbaru, Badan Intelijen AS Akhirnya Akui Virus Corona Bukan Senjata Biologis dari Wuhan

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 15:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kepastian mengenai asal usul virus corona, kemungkinan tidak akan pernah diketahui.

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI) menyampaikan bahwa pihaknya mungkin tidak akan pernah dapat mengidentifikasi asal-usul Covid-19. Pernyataan tersebut muncul  dalam versi baru  ulasan mereka tentang apakah virus corona berasal dari penularan dari hewan ke manusia atau bocor dari laboratorium.

Dalam laporannya pada Jumat (29/10), ODNI mengatakan bahwa teori mengenai asal virus dan kebocoran laboratorium,  adalah sebuah hipotesis yang sama-sama masuk akal, begitu juga tentang bagaimana SARS-COV-2 pertama kali menginfeksi manusia.


Namun begitu,  para analis tidak setuju untuk menentukan mana yang lebih mungkin di antara keduanya.

Laporan itu juga menolak anggapan bahwa virus corona berasal dari senjata biologis. Para ahli mengatakan, para pendukung teori ini tidak memiliki akses langsung ke Institut Virologi Wuhan dan telah dituduh menyebarkan disinformasi.

Laporan yang dikeluarkan pada Jumat adalah pembaruan dari tinjauan 90 hari yang dirilis oleh pemerintahan Presiden Joe Biden pada bulan Agustus. Tinjauan itu berlangsung di tengah pertikaian politik yang intens di mana Amerika selalu menyalahkan China atas pandemi.

Laporan terbaru dari ODNI segera direspon oleh Beijing.

“Langkah AS yang mengandalkan aparat intelijennya alih-alih menggunakan penelitian ilmuwan untuk melacak asal-usul Covid-19, adalah lelucon politik yang lengkap,” kata Liu Pengyu, juru bicara kedutaan besar China di Washington, mengatakan dalam sebuah pernyataan melalui email.

“Itu hanya akan merusak studi asal-usul virus yang berbasis sains dan menghambat upaya global untuk menemukan sumber virus,” kata pernyataan itu.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya