Berita

Perdana Menteri Abdalla Hamdok yang digulingkan/Net

Dunia

Pimpinan Kudeta Militer Bujuk Abdalla Hamdok Berdamai dan Kembali ke Sudan untuk Memimpin Negara

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menyusul tekanan yang semakin besar dari dunia internasional, Pemimpin kudeta militer Sudan, Jenderal Abdel Fattah al-Burhan, masih berusaha untuk membujuk Perdana Menteri Abdalla Hamdok yang digulingkannya untuk kembali dan membentuk pemerintahan baru.

Pernyataan Burhan datag setelah negara-negara Barat memotong ratusan juta dolar bantuan yang sangat dibutuhkan ke Sudan sejak jenderal militer itu membubarkan pemerintahan pembagian kekuasaan yang dipimpin Hamdok pada Senin (25/10).

Pemerintah pembagian kekuasaan dimaksudkan untuk mengarahkan Sudan ke pemilihan pada 2023 setelah penguasa lama Omar al-Bashir digulingkan dua tahun lalu.


Pada Kamis malam (28/10), Burhan membuka kemungkinan Hamdok menjadi perdana menteri lagi, dengan mengatakan tentara sedang bernegosiasi dengannya untuk membentuk pemerintahan baru.

Dalam pidatonya kepada kelompok-kelompok yang membantu menggulingkan Omar al-Bashir pada 2019, dia mengatakan pihaknya sedang melakukan konsultasi untuk memilih perdana menteri.

“Sampai malam ini, kami mengirimnya orang dan memberi tahu (Hamdok) untuk selesaikan jalan bersama kami," kata Burhan dalam pidatonya, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (29/10).
Ia menambahkan telah mengirimkan orang untuk bernegosiasi dengan Hamdok.
"Kami mengatakan kepadanya bahwa kami membersihkan panggung untuknya. Dia bebas membentuk pemerintahan, kami tidak akan campur tangan dalam pembentukan pemerintahan, siapa pun yang dia bawa, kami tidak akan campur tangan sama sekali," katanya.

Dalam komentarnya kepada kantor berita Rusia Sputnik yang diterbitkan pada hari Jumat, Burhan mengatakan pemerintah baru akan dipimpin oleh seorang teknokrat.

"Kami tidak akan ikut campur dalam pemilihan menteri," katanya.

"Kabinet akan dipilih sebagai perdana menteri yang akan disepakati oleh berbagai bagian rakyat Sudan," lanjutnya.

Dia juga mengatakan anggota baru akan diangkat ke Dewan Berdaulat, sebuah badan sipil-militer yang dia bubarkan bersama dengan kabinet.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya