Berita

Presiden Xi Jinping/Net

Dunia

Xi Jinping Sampaikan Tiga Kunci Rahasia kepada Boris Johnson Agar Hubungan China-Inggris Berjalan Baik

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 08:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah masalah terkait hubungan bilateral China dan Inggris termasuk masalah iklim jadi topik bahasan utama antara Presiden China Xi Jinping dan Perdana  Menteri Inggris Boris Johnson pada Jumat (29/10) waktu setempat.

Kepada Johnson, Xi menegaskan kembali tekad China untuk mempercepat pembangunan hijau dan rendah karbon yang tidak tergoyahkan dan akan menghormati komitmennya.

Percakapan kedua pemimpin itu datang menjelang digelarnya KTT iklim di Glasgow, Skotlandia, yang dimulai pada 31 Oktober.


Xi mengatakan, tujuan China untuk mencapai puncak emisi karbonnya pada 2030 dan mencapai netralitas karbon pada 2060, telah menyiratkan transformasi ekonomi dan sosial yang luas dan mendalam.

Menyinggung masalah pandemi Covid-19 yang mengalami banyak liku-liku di tengah pemulihan ekonomi global yang masih goyah, Xi menunjukkan ada peluang dan tantangan bagi hubungan China-Inggris.

“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan ekonomi utama dunia, China dan Inggris harus menjaga komunikasi yang baik, memperkuat kerja sama dan berkontribusi pada perjuangan dunia melawan pandemi, meningkatkan tata kelola global dan mencapai pembangunan dan kemakmuran,” kata Xi, seeprti dikutip dari Xinhua.

Mengingat hubungan diplomatik kedua negara yang akan berusia 50 tahun pada tahun depan, Xi meminta kedua belah pihak untuk menangkap peluang, mengatasi tantangan dan bekerja sama untuk menjaga hubungan China-Inggris di jalur yang benar untuk jangka panjang.

“Agar hubungan China-Inggris mencapai perkembangan yang baik, rasa saling percaya adalah pondasinya, pemahaman adalah prasyaratnya, dan manajemen perbedaan yang tepat adalah kuncinya,” kata Xi.

China memandang hubungannya dengan Inggris dari perspektif strategis. Berharap pihak Inggris akan menghormati fakta dan mengambil pandangan yang komprehensif dan objektif tentang China.

“Perdagangan dan investasi China-Inggris telah mengatasi dampak pandemi untuk tumbuh melawan tren, sekali lagi membuktikan bahwa kerja sama China-Inggris saling menguntungkan," kata Xi.

Dia menambahkan bahwa China menyambut pihak Inggris untuk mengekspor lebih banyak produk berkualitas ke China dan memperluas kerja sama di bidang-bidang termasuk perawatan kesehatan, pembangunan hijau, ekonomi digital, keuangan, dan inovasi.

Xi juga menyuarakan harapannya agar pihak Inggris bisa memberikan perlakuan yang adil, merata, dan tidak diskriminatif bagi perusahaan China, dengan mengatakan bahwa China juga akan memberikan kemudahan bagi perusahaan Inggris di negaranya.

Johnson pada gilirannya mengatakan bahwa dirinya menghargai hubungan bilateral, mencatat kedua belah pihak perlu memperkuat dialog yang jujur dan kerja sama yang bersahabat.

“Pihak Inggris bersedia memperdalam kerja sama dengan China di bidang ekonomi dan perdagangan, pendidikan, energi bersih, dan bidang lainnya, serta menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka bagi perusahaan China, dan menyambut perusahaan China untuk berinvestasi dan bekerja sama di Inggris,” katanya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya