Berita

Anggota delegasi Taliban saat melakukan pertemuan di Doha 18 Juli 2021

Dunia

Belum Diakui Sebagai Pemerintahan Resmi, Taliban Kirim Utusan untuk Perwakilan di Pakistan

SABTU, 30 OKTOBER 2021 | 06:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Taliban terus berupaya mengambil alih jaringan delegasi asing Afghanistan sejak kelompok itu menguasai pemerintahan Agustus lalu. Terbaru, mereka mengirim Mohammad Shokaib untuk menjalankan kedutaan Afghanistan di ibukota Pakistan.

Shokaib ditunjuk sebagai sekretaris pertama atau kuasa usaha di kedutaan Pakistan, yang belum memiliki duta besar sejak pemerintahan sebelumnya.

Pakistan, sama seperti negara lainnya, belum  secara resmi mengakui pemerintahan baru Taliban. Itu sebabnya,  Shokaib tidak akan memiliki gelar resmi duta besar tetapi akan bertanggung jawab atas kedutaan.


"Para diplomat ini akan mengurus banyak hal, mulai dari jutaan pengungsi Afghanistan di Pakistan, dan tentang masalah visa. Mereka akan tersebar di tiga konsulat," kata seorang sumber Taliban, mengungkap tujuan utama penunjukkan para diplomat untuk memastikan fungsi konsuler, seperti dikutip dari Al-Arabiya, Jumat (29/10).

Dua pejabat Afghanistan lainnya ditunjuk untuk menjalankan konsulat di kota Quetta dan Peshawar di Pakistan, dekat dengan dua penyeberangan perbatasan utama dengan Afghanistan.

“Kami memahami bahwa Pakistan belum mengakui kami sebagai pemerintah yang sah, tetapi kami membuat pengaturan ini untuk memfasilitasi publik,” kata seorang pemimpin senior Taliban kepada Reuters dengan syarat anonim.

Hingga saat ini tidak ada negara yang memberikan pengakuan resmi kepada Taliban, yang menggulingkan pemerintah dukungan Barat di Kabul pada Agustus, dan kedutaan besar Afghanistan sebagian besar masih dijalankan oleh duta besar yang ditunjuk oleh pemerintah sebelumnya, banyak di antaranya adalah kritikus vokal terhadap Taliban.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Roy Suryo: Gibran Copy Paste Jokowi Bahkan Lebih Parah

Kamis, 30 April 2026 | 01:58

Kompolnas dan Agenda Reformasi Aparat Sipil Bersenjata

Kamis, 30 April 2026 | 01:45

Polemik Dugaan Suap Pendirian SPPG di Sulbar Dilaporkan ke Polisi

Kamis, 30 April 2026 | 01:18

HNW: Bila Anggota OKI Bersatu bisa Kendalikan Urat Nadi Perdagangan Dunia

Kamis, 30 April 2026 | 00:55

Menhan: Prajurit jadi Motor Pembangunan Selain Jaga Kedaulatan

Kamis, 30 April 2026 | 00:37

Satgas OJK Blokir 951 Pinjol Ilegal Ungkap Deretan Modus Penipuan Keuangan

Kamis, 30 April 2026 | 00:19

Investasi Bodong dan Bias Sistem Keuangan

Rabu, 29 April 2026 | 23:50

Pelaporan SPT 2025 Masih di Bawah Target Jelang Deadline

Rabu, 29 April 2026 | 23:36

Komunikasi Publik Menteri PPPA Absurd dan Tidak Selesaikan Persoalan!

Rabu, 29 April 2026 | 23:09

Pemanfaatan Listrik Harus Maksimal Dongkrak Kemandirian Desa

Rabu, 29 April 2026 | 22:43

Selengkapnya