Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

72 Persen Pekerja di AS Ancam Keluar dari Perusahaan Jika Dipaksa Lakukan Vaksinasi

JUMAT, 29 OKTOBER 2021 | 15:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mandat vaksin tidak sepenuhnya bisa diterima oleh masyarakat. Bahkan, masih banyak orang yang menentang aturan tersebut di saat dunia kesehatan telah berjuang menekan angka kasus.

Penentangan itu juga datang dari golongan masyarakat pekerja.

Sebuah survei yang dilakukan Kaiser Family Foundation, wadah think tank yang berkonsentrasi pada masalah kesehatan, menemukan bahwa 37 persen pekerja akan melakukan mogok kerja dan 72 persen akan benar-benar keluar dari pekerjaannya, seperti dilaporkan CNN, Kamis (28/10).
Jika di beberapa perusahaan pimpinan mewajibkan karyawannya untuk divaksin dan akan memberikan sanksi bila ada yang menentangnya, mulai teguran, pemotongan gaji, hingga pemecatan, kelompok pekerja ini justru malah mengancam akan keluar dari pekerjaan mereka jika mereka dipaksa untuk melakukan vaksinasi.

Jika di beberapa perusahaan pimpinan mewajibkan karyawannya untuk divaksin dan akan memberikan sanksi bila ada yang menentangnya, mulai teguran, pemotongan gaji, hingga pemecatan, kelompok pekerja ini justru malah mengancam akan keluar dari pekerjaan mereka jika mereka dipaksa untuk melakukan vaksinasi.

Bisa jadi itu hanya merupakan ancaman. Namun, jika kelompok itu benar-benar menindaklanjuti ancaman mereka untuk berhenti dari pekerjaannya, itu akan menyebabkan antara 5 persen hingga 9 persen  pekerja benar-benar meninggalkan pekerjaan mereka.

Banyak karyawan yang mengeluarkan ancaman itu tetapi saat benar-benar berhenti bekerja, mereka tidak dapat menerima risiko itu.

"Apa yang dikatakan orang dalam sebuah survei, dan apa yang akan mereka lakukan ketika menghadapi kehilangan pekerjaan bisa menjadi dua hal yang berbeda," kata Liz Hamel, wakil presiden dan direktur opini publik dan penelitian survei di KFF, dalam sebuah wawancara.

Saat ini, sangat sulit bagi pengusaha untuk menemukan dan mempertahankan pekerja. Lowongan pekerjaan banyak tetapi sedikit sekali yang meresponnya.

Itu menjadi salah satu alasan mengapa perusaan tidak menerapkan mandat vaksin sementara pemerintahan Biden mewajibkan perusahaan yang memiliki 100 atau lebih karyawan untuk mengamanatkan vaksin ke setiap karyawannta.

Aturan itu akan berlaku untuk sekitar 80 juta pekerja AS, atau dua pertiga dari semua pekerja di seluruh negeri.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Fuad Bawazier: Kekayaan Alam Indonesia Dikuasai Segelintir Orang

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:19

Nanik Deyang Langsung Ditelepon DPR Usai Didemo Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 22:08

Eks Dirjen Kuathan Emosional Bela Leonardi: Ini Perjuangan Negara

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:53

Koperasi Karyawan Forwarder, Bukan Alat Konflik tapi Jembatan Keseimbangan

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:37

Mahasiswa Bubarkan Diri Usai Bertemu Dasco Cs

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:27

Fuad Bawazier Curiga Ada Penghambat di Lingkaran Istana

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:19

IDEacraft Sulap Produk Dekorasi Rumah Menjadi Peluang Usaha Berkat Pemberdayaan BRI

Jumat, 19 Juni 2026 | 21:04

DPR Langsung Telepon Bahlil Menjawab Keresahan Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:35

Jalani Tes Kesehatan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Selangkah Lagi ke Meja Hijau

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:33

Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukti Jokowi Sakti Mandraguna

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:22

Selengkapnya