Jalanan di Wuhan Provinsi Hubei nampak lengang saat China berlakukan penguncian/Net
China kembali meluncurkan langkah-langkah anti-epidemi yang diberlakukan lebih cepat dan lebih ketat, menyusul lonjakan gelombang baru Covid-19 yang terus merusak. Pada Kamis (28/10), China mencatat lebih dari 300 kasus lokal dalam 24 jam yang dikonfirmasi.
China juga menerapkan hukuman yang lebih ketat bagi para pelanggar peraturan.
Jika merujuk pada lonjakan yang dimulai di Nanjing Juli lalu, lonjakan terakhir memang belum separah waktu itu, baik dalam hal jumlah infeksi atau wilayah. Namun, para ahli mencatat bahwa situasinya kali ini lebih kompleks, karena kasus-kasus lebih tersebar di seluruh negeri yang mau tidak mau menimbulkan lebih banyak tantangan.
Heihe di Provinsi Heilongjiang China Timur Laut, sebuah kota pelabuhan utama yang berbatasan dengan Rusia, telah menjadi titik penguncian terbaru, mengikuti kota perbatasan China-Mongolia Ejin Banner dan pusat transportasi China Barat Laut Lanzhou.
Mulai Kamis, semua unit di kota itu menangguhkan operasi dan produksi kecuali departemen penting untuk kehidupan sehari-hari penduduk. Komunitas perumahan dan desa juga ditutup, menurut laporan
Global Times.Penguncian terjadi setelah kota itu melaporkan satu kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan tiga kasus tanpa gejala pada Rabu (27/10), yang pertama kali ditemukan di Heilongjiang, tidak lama setelah provinsi tersebut mengalami lonjakan virus pada akhir September.
Wang Peiyu, wakil kepala Sekolah Kesehatan Masyarakat Universitas Peking, mengatakan bahwa menerapkan kebijakan menerapkan penguncian ketat memang baik untuk pengendalian epidemi, tetapi itu menimbulkan biaya yang lebih tinggi karena banyak pekerjaan yang ditangguhkan.
Terkait penegakan aturan, sejauh ini polisi Beijing telah menangani 24 kasus terkait pelanggaran yang dianggap menghambat pencegahan epidemi.
Selain penguncian beberapa wilayah, Kementerian Perhubungan China mengumumkan penghentian semua bus lintas kota, taksi, aktivitas ride-hailing, serta semua layanan pelanggan keluar untuk semua wilayah berisiko menengah dan tinggi.
Sementara Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pembekuan untuk semua kegiatan perjalanan di daerah berisiko menengah dan tinggi.
Sejak 17 Oktober, lebih dari 300 kasus Covid-19 lokal yang dikonfirmasi telah terdaftar di 12 wilayah tingkat provinsi, dengan sekitar setengahnya ditemukan di Ejin Banner.
Para ahli percaya bahwa Pelabuhan Ceke dari Ejin Banner adalah sumber virus yang paling mungkin melalui pertukaran personel dan barang dengan negara tetangga Mongolia.