Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan virtual bersama bersama CEO Gazprom Aleksei Miller, Rabu, 27 Oktober 2021/Net

Dunia

Rusia Akan Tingkatkan Pasokan Gas Ke Eropa Mulai Bulan Depan

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 11:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar gas di Eropa dan di beberapa belahan dunia telah mencapai titik krisis dalam beberapa pekan terakhir, yang dipicu oleh kurangnya persediaan dan tingginya permintaan setelah ekonomi dunia yang dilanda pamdemi mulai membaik.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan raksasa energi yang dikendalikan negara, Gazprom, untuk mulai memompa gas alam ke fasilitas penyimpanan gas Eropa setelah Rusia selesai mengisi stoknya sendiri. Juga mengingatkan agar Gazprom menetapkan harga yang lebih rendah.

Putin menitahkan Chief Executive Officer Gazprom Alexey Miller agar pengisian gas dapat dilakukan pada 8 November, ketika penyimpanan di dalam negeri telah terpenuhi.


Selama pertemuan virtual pada Rabu (27/10) itu, Putin menekankan agar Gazprom mulai secara bertahap meningkatkan volume gas di fasilitas penyimpanan perusahaan di Austria dan Jerman, seperti dilaporkan Bloomberg, Rabu (27/10).

Eropa melalui masa-masa krisis gas dengan persediaan terendah dalam satu dekade semenjak Rusia membatasi pasokannya, hal yang dibantah oleh Kremlin. Sementara kargo gas alam cair dialihkan ke Asia untuk memenuhi permintaan yang melonjak di benua itu.

Rusia telah menjelaskan bahwa mereka dapat mengirim lebih banyak gas jika mendapat persetujuan untuk pipa Nord Stream 2 yang kontroversial, pemasok utama Eropa juga menghadapi krisisnya sendiri.

Rusia harus memompa lebih banyak gas dari biasanya ke tempat penyimpanannya sendiri setelah musim dingin yang pahit membuat persediaan habis. Miller mengatakan kampanye injeksi ulang Rusia akan menjadi seminggu lebih lama dari kesimpulan awal 1 November.

Fokus Rusia pada pembangunan kembali persediaan gas domestik, dikombinasikan dengan tingkat penyimpanan yang rendah di situs Gazprom di Uni Eropa, telah menjadi perhatian utama bagi pasar benua, yang sedang berjuang dengan tekanan energi dan harga yang tinggi.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya