Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Pengamat Beijing: Pernyataan Blinken soal Taiwan Mengubur Kemungkinan Meredanya Ketegangan China-AS

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 06:44 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para pengamat di Beijing turut menyesalkan pernyataan terbaru Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken yang mendukung keterlibatan Taiwan di PBB. Menurut para ahli, pernyataan tersebut telah mengubur kemungkinan meredanya ketegangan China-AS.

Mereka juga mengatakan meskipun upaya AS pada akhirnya akan gagal, China masih perlu mengambil tindakan lebih keras, terutama tindakan militer, untuk lebih memperingatkan AS tentang betapa berbahayanya jika terus menantang  China dalam masalah Taiwan.

"Keinginan untuk menantang China dan tidak ingin melihat pemulihan dalam hubungan China-AS, telah mendominasi  pengambilan keputusan AS," kata para pengamat, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (27/10).


Situasi ini tentu saja membuat AS tidak akan mendapatkan kerja sama yang diinginkannya dari China. AS akan merasa lebih sakit di bidang-bidang yang menurutnya harus bersaing dengan China, karena Washington telah menunjukkan niatnya untuk tidak hanya menantang Resolusi 2758 PBB, tetapi juga landasan politik hubungan China-AS.

Blinken pada Selasa (26/10) meminta negara-negara anggota PBB untuk mendukung partisipasi kuat Taiwan dalam sistem PBB.

Jin Canrong, seorang associate dekan School of International Studies di Renmin University of China, mengatakan bahwa AS semakin gugup tentang perkembangan terbaru di Selat Taiwan karena telah melihat tekad dan kekuatan dari negara-negara tersebut.

"AS ingin menginternasionalkan masalah Taiwan, mengalihkan masalah dari urusan internal China ke 'isu internasional', sehingga bisa membuat lebih banyak masalah dalam proses reunifikasi China," kata Jin.

Jin mengatakan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat kemungkinan akan mengambil tindakan lebih langsung di Selat Taiwan untuk menanggapi provokasi AS, dan AS adalah pihak yang harus disalahkan karena semakin merusak perdamaian dan stabilitas regional.

Yuan Zheng, wakil direktur Institute of American Studies di Chinese Academy of Social Sciences, mengatakan bahwa Blinken tidak cuma bicara, tapki juga akan mengambil tindakan, seperti meluncurkan serangan diplomatik di PBB dan organisasi internasional untuk lebih memprovokasi China terkait masalah Taiwan.

"Jika AS terus memprovokasi, itu berarti peringatan PLA sebelumnya melalui latihan militer dan patroli udara telah diabaikan. Kemudian PLA perlu mencegah AS dan separatis Taiwan dengan cara lain, seperti mengirim pesawat militer melintasi pulau itu, atau bahkan melakukan latihan tembakan langsung di sekitar pulau," kata Yuan.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya