Berita

Bayraktar TB2/Net

Dunia

Rusia: Kami Sedang Menyelidiki Drone Buatan Turki yang Digunakan Ukraina di Donbas

KAMIS, 28 OKTOBER 2021 | 06:01 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rusia mengecam tindakan tentara Ukraina yang melakukan penyerangan terhadap separatis pro-Rusia di Donbas baru-baru ini. Terlebih lagi dikabarkan bahwa dalam penyerangan itu, Ukraina menggunakan pesawat tak berawak Bayraktar TB2 dari Turki.

Dalam konferensi persnya pada Rabu (27/10), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan, Rusia sudah lama menyuarakan kekhawatirannya terhadap keputusan Turki untuk menjual drone penyerang ke Ukraina karena
berisiko mengacaukan situasi di Ukraina timur.

"Dan itu terbukti," kata Lavrov, seperti dikutip dari The Moskow Time, Rabu.

"Dan itu terbukti," kata Lavrov, seperti dikutip dari The Moskow Time, Rabu.

Lavrov kemudian mengungkapkan Ukraina telah melontarkan pembelaan terkait penggunaan drone dari Turki itu.

Pihak Ukraina mengklaim bahwa tentara mereka terpaksa menggunakaan persenjataan dari Turki untuk mendesak musuh menghentikan serangannya.
"Bayraktar digunakan untuk memaksa musuh menghentikan tembakan. Setelah mereka berhenti menembak, maka tentara Ukraina pun menghentikan penyerangannya," kata seorang staf umum angkatan bersenjata Ukraina.  

Pembelaan itu tidak bisa begitu saja diterima Rusia. Lavrov memerintahkan jajaran terkait untuk menyelidiki kebenarannya, mengingat ada banyak pernyataan dari pihak berwenang di Kiev.

"Mana yang benar, mana yang tidak, sangat sulit untuk mengetahui apa yang terjadi. Kami menggunakan semua sumber daya yang tersedia untuk penyelidikan dengan menghubungi perwakilan Donbass," katanya.

Pada Selasa (26/10), staf umum angkatan bersenjata Ukraina mengkonfirmasi bahwa militernya menggunakan drone Bayraktar buatan Turki di Donbass.

Ukraina telah membeli drone Turki yang canggih untuk meningkatkan militernya dan telah mencapai kesepakatan dengan Ankara senilai 69 juta dolas AS untuk memproduksi drone yang sama di sebuah pabrik yang dekat dengan ibukota Kiev. 

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya