Berita

J. Stapleton Roy/Net

Dunia

Mantan Dubes: Demi Hindari Perang di Selat Taiwan, Amerika Harus Yakinkan Beijing untuk Dukung Prinsip Satu China

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 15:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bagi mantan Duta Besar AS untuk China,  J. Stapleton Roy, situasi di Selat Taiwan saat ini  telah mencapai tingkat yang berbahaya. Amerika Serikat harus mengambil tindakan untuk membuat China yakin bahwa AS mendukung ‘kebijakan satu-China’.

Ia khawatir kedua negara menghadapi situasi terburuk sejak menjalin hubungan diplomatik 42 tahun lalu.
Pernyataan tersebut dibuat Roy, mantan diplomat senior AS dan Cendekiawan Terhormat di Institut Kissinger Wilson Center di China dan Amerika Serikat itu di acara Webinar Forum Xiangshan Beijing, yang dimulai pada Senin malam (25/10) melalui tautan video.

Lebih dari 50 sarjana senior, perwira militer dan mantan diplomat dan pejabat dari China dan lebih dari 20 negara dan organisasi internasional telah diundang dan menghadiri webinar tersebut. Para tamu dari negara-negara Asia-Pasifik seperti Korea Selatan dan Jepang juga telah menyatakan keprihatinan mereka atas meningkatnya ketegangan China-AS.

Lebih dari 50 sarjana senior, perwira militer dan mantan diplomat dan pejabat dari China dan lebih dari 20 negara dan organisasi internasional telah diundang dan menghadiri webinar tersebut. Para tamu dari negara-negara Asia-Pasifik seperti Korea Selatan dan Jepang juga telah menyatakan keprihatinan mereka atas meningkatnya ketegangan China-AS.

“Jika ketegangan China-AS berlanjut, kemungkinan konfrontasi militer dan proliferasi nuklir akan muncul dan meningkat, dan negara-negara Asia Tenggara akan dipaksa untuk memilih antara dua kekuatan utama, dan tidak ada negara yang akan mendapat manfaat dari konfrontasi,” kata Roy pada panel pertama dengan tema “Mayor Power Relations and Asia-Pacific Security”, seperti dikutip dari Global Times, Rabu (27/10).

Moon Chung-in, mantan penasihat khusus Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk urusan luar negeri dan keamanan nasional dan ketua Institut Sejong, berbagi pendapat Roy dan mengatakan bahwa hubungan China-AS saat ini membuat negara-negara di kawasan itu khawatir, dan kemungkinan Perang Dingin baru antara China dan AS tidak dapat dikesampingkan.

Sementara Noboru Yamaguchi, pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat Bela Diri Jepang dan wakil presiden Universitas Internasional Jepang, juga mengatakan setiap pihak terkait akan kalah dalam permainan (potensial) China-AS.

Roy juga sempat menyinggung langkah AS untuk membangun aliansi di kawasan seperti Quad dan AUKUS dan mengekspor kapal selam nuklir ke Australia. Dia mengatakan hal itu telah menimbulkan kekhawatiran perlombaan senjata di antara negara-negara kawasan.

Zhao Xiaozhuo, seorang peneliti di Akademi Ilmu Militer PLA yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa AS dan China harus menghentikan ketegangan saat ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Meskipun AS memperlakukan Tiongkok sebagai pesaing strategis utamanya, kedua belah pihak setidaknya harus mencoba menghindari skenario terburuk, untuk meningkatkan manajemen krisis,” kata Zhao.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya