Berita

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken/Net

Dunia

Kecam Pernyataan Blinken Soal Taiwan, Beijing: AS Pernah Serukan Teori Dua China dan Gagal, Kali Ini Pun Begitu

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 12:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Seruan dukungan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken atas keterlibatan Taiwan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengundang reaksi keras Pemerintah China.

Lewat sebuah penyataan yang disampaikan juru bicara Kedutaan Besar China di AS, Beijing pada Rabu (27/10) bahwa pertanyaan itu politis, dan bahwa dukungan AS untuk Taiwan dalam mencari ruang internasional adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Sebelumnya Blinken pada Selasa (26/10) meminta semua negara anggota PBB untuk mendukung partisipasi kuat Taiwan dalam sistem PBB, dan melawan tekanan yang sedang berlangsung dari China untuk memblokir akses pulau yang diklaim itu ke organisasi internasional.


"Prinsip satu-China adalah konsensus yang diakui secara luas di antara masyarakat internasional dan garis bawah hubungan diplomatik China dengan negara lain, yang tidak mengizinkan tantangan dan distorsi AS," kata pernyataan kedutaan, seperti dikutip dari Global Times.

Selanjutnya pernyataan itu mengingatkan bahwa sekitar 180 negara termasuk AS telah menjalin hubungan diplomatik dengan China atas dasar kepatuhan pada prinsip satu China.

"Partisipasi Taiwan di PBB harus mematuhi aturan seperti itu juga, yang telah didefinisikan secara politis, legal dan prosedural dalam Resolusi PBB 2758, yang mencabut masalah perwakilan China di PBB sekali dan untuk selamanya," kata pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga mengungkapkan bahwa sekitar 50 tahun yang lalu, AS telah mencoba untuk meningkatkan teori 'dua China' di panggung PBB tetapi berakhir dengan kegagalan total.

"Hari ini, dukungan terang-terangan dan provokasinya terhadap norma-norma dasar hubungan internasional juga akan gagal," tambah pernyataan itu.

Kedutaan kemudian mencatat bahwa landasan politik untuk interaksi China dan AS adalah prinsip satu-China dan tiga Komunike Bersama. Selain itu, kedutaan kembali mendesak AS untuk menepati janjinya dan tetap berpegang pada dasar hubungan bilateral. 

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Biodigester Komunal Sampah Organik Dibangun di Rusunawa

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:11

Polisi Harus Usut Promosi Miras Berkedok Challenge Hafalan Al-Qur'an

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:06

Wisata Probolinggo Jadi Alternatif Usai Bromo Ditutup

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:48

Peluang Besar Jakarta Gaet Investor Lewat JAFEX 2026

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:25

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Layanan Publik Pemda Harus Tetap Berjalan Meski Keadaan Sulit

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:31

Jangan-jangan Gibran Punya Ijazah Sarjana Tanpa Ijazah SMA

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:27

Challenge Hafalan Qur'an demi Miras Melukai Hati Umat Islam

Rabu, 12 Agustus 2026 | 04:10

Abdoel Moeis: Sastrawan, Wartawan, Pahlawan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:34

Dokter Tifa Ajak Rakyat Hadiri Sidang Praperadilan di PN Jaksel

Rabu, 12 Agustus 2026 | 03:06

Selengkapnya