Berita

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani/Ist

Politik

Kritik Keras Wajib PCR, Ketua DPR RI: Memangnya Faskes di Daerah Sudah Mumpuni?

RABU, 27 OKTOBER 2021 | 09:14 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kewajiban tes PCR bagi calon penumpang transportasi perlu dievaluasi kembali.

Bagi Ketua DPR RI, Puan Maharani, selain terlalu mahal, hal lain yang harus diperhatikan pemerintah adalah soal fasilitas kesehatan di derah.

Pasalnya, terdapat beberapa daerah yang tidak memiliki peralatan canggih untuk melakukan tes PCR dan harus menunggu berhari-hari untuk mendapatkan hasil tes.

“Apakah fasilitas kesehatan di semua daerah sudah mumpuni jika tes PCR jadi syarat wajib di semua moda transportasi? Ini harus betul-betul dipertimbangkan,” tegas Puan lewat keterangan tertulisnya, Rabu (27/10).

Mantan Menko PMK ini menilai, tes PCR sebaiknya tetap difungsikan sebagai alat diagnosa Covid-19. Untuk skrining, tes antigen ditambah optimalisasi aplikasi PeduliLindungi sudah cukup.

“Aplikasi PeduliLindungi ini kan dibuat untuk mengetahui status seseorang. Seharusnya ini yang dimaksimalkan, bagaimana pemerintah mampu men-tracking suspect Covid-19 agar tidak berkeliaran hingga statusnya kembali hijau,” ujarnya.

Untuk menghindari gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi akan terjadi imbas libur panjang akhir tahun, Puan berharap pemerintah lebih menekankan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes) masyarakat.

Selain pengetatan skrining, langkah testing, tracing, treatment (3T) dan vaksinasi harus semakin digencarkan.

“Namun jika pemerintah merasa masih memerlukan kebijakan tambahan untuk mengantisipasi libur natal dan tahun baru ini, hendaknya jangan membatasi di hilir dengan tes PCR, tetapi menerapkan kebijakan tambahan di hulu,” tutupnya.

Populer

Jokowi Kumpulkan Relawan di GBK, Sekjen PDIP: Banyak Manipulasi

Senin, 28 November 2022 | 05:22

Jateng, UMR Paling Rendah di Tanah Air

Sabtu, 03 Desember 2022 | 02:48

Ubed: Gugatan Cucu Bung Hatta Terhadap Jokowi Beri Warna Politik Baru Saat Krisis Demokrasi

Sabtu, 03 Desember 2022 | 20:40

Ferry Mursyidan Baldan Diduga Terkena Serangan Jantung usai Minum Obat Sakit Gigi di Parkiran Bidakara

Jumat, 02 Desember 2022 | 15:46

Kepala BP2MI Minta Perang, Andi Sinulingga: Di Otaknya yang Berbeda Itu Lawan

Minggu, 27 November 2022 | 23:01

Presiden Jokowi Seharusnya Malu Digugat Cucu Bung Hatta

Minggu, 04 Desember 2022 | 11:28

Analisis Hukum Kasus Ferdy Sambo

Sabtu, 26 November 2022 | 04:42

UPDATE

Beijing: Kerja Sama AS- UE Tidak Boleh Menargetkan Pihak Ketiga, Termasuk China

Selasa, 06 Desember 2022 | 08:04

Hari Ini, Rapat Paripurna DPR Akan Sahkan RKUHP

Selasa, 06 Desember 2022 | 08:01

Dorong Transisi Energi, Raja Maroko dan OCP Grup Teken Investasi Hijau Baru

Selasa, 06 Desember 2022 | 07:52

Korban Tewas Bencana Longsor Kolombia Bertambah Jadi 34

Selasa, 06 Desember 2022 | 07:40

Menuju Nataru, Seluruh Wilayah Indonesia Perpanjang PPKM Level 1

Selasa, 06 Desember 2022 | 07:35

Drone Ukraina Berhasil Tembus Lapangan Udara Ryazan dan Saratov, Tiga Tentara Rusia Tewas

Selasa, 06 Desember 2022 | 07:24

Rendahnya UMP Jawa Tengah Jadi Batu Sandungan Bagi Ganjar Pranowo Nyapres

Selasa, 06 Desember 2022 | 07:10

Dikabarkan Sakit Karena Jatuh dari Tangga, Putin Terlihat Berkendara Menuju Jembatan Krimea

Selasa, 06 Desember 2022 | 07:06

Rusia Tidak Pernah Memusuhi Serbia Meskipun Beograd Mendukung Ukraina

Selasa, 06 Desember 2022 | 06:56

Iran Tidak akan Mengakui Komite Pencari Fakta PBB

Selasa, 06 Desember 2022 | 06:36

Selengkapnya