Berita

Presiden Komite Olimpiade Kosovo (KOK), Ismet Krasniqi/Net

Dunia

Ketiga Kalinya Tim Tinju Kosovo Ditolak Masuk Serbia, Presiden KOK: Mereka Jadi Korban Agenda Politik

SENIN, 25 OKTOBER 2021 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kosovo bereaksi keras atas sikap Serbia yang menolak masuk atlet tinjunya ke negara itu untuk ketiga kalinya berturut-turut dalam Minggu ini. Ismet Krasniqi, Presiden Komite Olimpiade Kosovo (KOK), mengatakan atlet tinju Kosovo telah menjadi 'korban agenda politik di Serbia'.

Dalam pernyataannya pada Minggu (24/10) Krasniqi mengungkapkan kekecewaannya bahwa kasus penolakan atletnya itu dilakukan untuk tujuan yang tidak terkait dengan olahraga.

Semestinya Panitia Penyelenggara Kejuaraan Dunia harus mematuhi aturan yang ditetapkan dalam Asosiasi Tinju Internasional (AIBA) dan Piagam Olimpiade, dan mengizinkan petinju Kosovo memasuki Beograd untuk berpartisipasi, menurutnya.


Atlet Kosovo telah melakukan perjalanan menuju ke Beograd untuk ambil bagian dalam Kejuaraan Tinju Dunia kategori putra, yang diselenggarakan oleh ibukota Serbia, yang berlangsung pada 24 Oktober - 6 November.

Delegasi Kosovo yang terdiri dari 5 anggota itu telah dua kali ditolak masuk pada pekan lalu. Lalu di kesempatan ketiga, yaitu pada Sabtu (23/10) mereka juga tidak diizinkan melewati bea cukai. Mereka iminta untuk menunjukkan identitas yang tidak menunjukkan simbol nasional negara mereka, dan tetap saja ditolak.

AIBA segera bereaksi atas insiden tersebut. Dalam pernyataannya AIBa mengatakan bahwa asosiasi itu bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang ramah bagi setiap petinju dan tidak mengenal batas.

"Kami percaya bahwa semua atlet harus memiliki kesempatan yang sama dalam kejuaraan dan menampilkan kemampuan terbaik mereka di atas ring. Tujuan olahraga adalah untuk menyatukan orang-orang karena harus independen dari semua politik nasional,” isi pernyataan AIBA, seperti dikutip dari Euro News.

Presiden AIBA  telah meminta pihak berwenang Serbia untuk mengizinkan petinju Kosovo berlomba dengan simbol nasional mereka sendiri.

“AIBA terus berhubungan dengan penyelenggara �" Federasi Tinju Serbia �" dalam upaya untuk mengubah situasi,” katanya.

Sekitar 650 petinju dari 105 negara akan berlaga di kejuaraan tersebut. Kosovo rencananya akan diwakili oleh tiga petinju: Bashkim Bajoku, Shpëtim Bajoku dan Patriot Behrami.

Krasniqi pun mengungkapkan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Presiden AIBA Umar Kremlev, atas komunikasinya selama insiden tersebut, termasuk menawarkan rekomendasi untuk masuk ke Serbia.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya