Berita

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz/Net

Dunia

Israel Tunjuk Enam Kelompok HAM Palestina Sebagai Organisasi Teroris

SABTU, 23 OKTOBER 2021 | 07:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Israel menetapkan enam kelompok hak asasi manusia Palestina terkemuka sebagai organisasi teroris yang dilarang. Penetapkan yang dikeluarkan sebagai perintah militer itu diumumkan pada Jumat (22/10) waktu setempat, yang dengan cepat mendapat kecaman dari Otoritas Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia internasional.

Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengatakan enam kelompok hak asasi manusia Palestina itu secara efektif beroperasi sebagai kepanjangan tangan untuk kelompok teror Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP).

Juga ada dugaan bahwa kelompok-kelompok tersebut menggunakan dana kemanusiaan yang mereka peroleh dari pemerintah Eropa dan sumber-sumber lain, yng didapatnya dengan cara 'curang' sebagai sumber utama untuk pembiayaan kegiatan PFLP.


Kelompok tersebut bekerja secara diam-diam dengan PFLP, sebuah kelompok kiri yang memelopori pembajakan pesawat pada 1970-an untuk menyoroti masalah Palestina dan dimasukkan dalam daftar hitam oleh beberapa pemerintah Barat, menurut laporan Times of Israel, Jumat (22/10).

Enam kelompok itu termasuk di antaranya adalag Komite Persatuan Perempuan Palestina (UPWC), Addameer, dan Komite Persatuan Kerja Pertanian (UAWC).

Langkah Israel itu disambut dengan kemarahan dari pemerintah Palestina dan kelompok-kelompok hak asasi manusia.

Kementerian luar negeri Palestina dengan tegas mengutuk dan menolak serangan Israel yang tegas terhadap masyarakat sipil Palestina dan pembela hak asasi manusia dalam sebuah pernyataannya.

Direktur Al-Haq Shawan Jabarin, yang dituduh oleh otoritas Israel sebagai anggota PFLP, mengatakan langkah itu merupakan upaya untuk menindak kritik atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia Israel.

“Mereka mungkin bisa menutup kita. Mereka bisa menyita dana kita. Mereka bisa menangkap kita. Tetapi mereka tidak dapat menghentikan keyakinan kami yang teguh dan tak tergoyahkan bahwa pendudukan ini harus bertanggung jawab atas kejahatannya,” katanya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya