Berita

Pengamat penerbangan Alvin Lie/Net

Politik

Alvin Lie Merasa Aneh Tes PCR Seolah Lebih Penting Ketimbang Vaksinasi

JUMAT, 22 OKTOBER 2021 | 09:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Kewajiban tes PCR bagi penumpang pesawat sebetulnya bukan hal baru. Hal ini pernah berlaku saat pemberlakukan pembatasan mobilitas dan capaian vaksinasi masih sangat rendah khususnya di luar wilayah Jawa dan Bali.


"Sebetulnya kewajiban tes PCR bukan sekarang saja ya, sebelumnya untuk penerbangan di luar Jawa Bali itu wajib tes PCR dan sudah vaksinasi," ujar pengamat penerbangan Alvin Lie kepada wartawan, Jumat (22/10).

Tetapi, Alvin Lie mengaku aneh jika aturan wajib PCR kembali diwajibkan saat pemerintah mengumumkan kasus Covid-19 di Indonesia sudah terkendali dan juga capaian vaksinasi diklaim sudah lebih dari 50 persen dari yang diharapkan.


Aturan wajib PCR bagi penumpang pesawat tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam (Inmendagri) 53/2021 tentang PPKM Level 3, 2, dan 1 di Jawa dan Bali. Semua penumpang pesawat wajib tes PCR 2x24 jam sebelum keberangkatan.

"Nah sekarang dibalik yang intra Jawa Bali wajib tes PCR dan sudah vaksinasi, sebelumnya kan yang Jawa Bali yang sudah vaksinasi cukup tes antigen sekarang semua harus PCR," katanya.

Alvin mengaku lebih aneh lagi ketika membaca aturan turunan dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 21/2021 yang salah satu poinnya menyebutkan pelaku perjalanan jauh udara, darat, dan laut di luar Jawa dan Bali wajib PCR atau rapid test antigen.

"Tanpa ada kewajiban vaksinasi," kata mantan anggota Ombudsman RI ini.

Lebih aneh lagi, kata Alvin, aturan itu disalin dalam SE 88/2021 yang diterbitkan oleh Kementerian Perhubungan. Dia berharap tidak diwajibkan vaksinasi bagi orang untuk bepergian hanya ketidaksengajaan saja.

"Kalau ini sengaja, berarti bagi pemerintah lebih penting tes PCR daripada vaksinasi, padahal yang membentengi tubuh kita adalah vaksinasi," pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya