Berita

Peluncuran roket NURI buatan Korea Selatan/AP

Dunia

Korsel Uji Coba Roket Buatan dalam Negeri Pertama Kalinya

KAMIS, 21 OKTOBER 2021 | 15:59 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Korea Selatan melangkah maju dengan mengembangkan roket buatan dalam negeri. Bahkan Seoul mengujicobanya untuk pertama kali ada Kamis (21/10).

Roket KSLV-II NURI tampak dihiasi dengan bendera Korea Selatan ketika berada di landasan peluncuran Pusat Luar Angkasa Naro pada Kamis pukul 5 sore waktu setempat.

Selama uji coba, roket membawa satelit tiruan, seperti dimuat Reuters.


Peluncuran itu secara tentatif dijadwalkan satu jam sebelumnya, tetapi para pejabat mengatakan mereka menghadapi penundaan dalam memeriksa katup di pesawat itu. Kondisi cuaca juga dipantau di tengah laporan angin kencang di bagian atas atmosfer.

"Roket itu sendiri tidak memiliki masalah," kata wakil menteri pertama ilmu pengetahuan dan teknologi, Yong Hong-taek.

Diawasi oleh Korea Aerospace Research Institute (KARI), roket seberat 200 ton itu dipindahkan ke landasan peluncurannya pada Rabu (20/10) dan diangkat ke posisinya.

"Semua persiapan seperti tali pusar dan pemeriksaan rahasia telah dilakukan," kata Kementerian Sains dan Teknologi dalam sebuah pernyataan.

Roket NURI dirancang untuk menempatkan muatan 1,5 ton ke orbit 600 km hingga 800 km di atas Bumi. Roket memiliki tiga tahap yang ditenagai oleh booster bahan bakar cair yang dibangun oleh afiliasi konglomerat Hanwha Korea Selatan, dengan sekelompok empat booster 75 ton di tahap pertama, booster 75 ton lainnya di tahap kedua, dan satu unit mesin roket 7 ton di tahap akhir.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya