Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Culik 17 Misionaris AS, Geng Bersenjata Haiti Minta Tebusan Rp 14 Miliar Per Kepala

RABU, 20 OKTOBER 2021 | 12:47 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

RMOL. Geng bersenjata yang menculik sekelompok anggota misionaris Kristen dari Amerika Serikat (AS) telah menuntut tebusan 1 juta dolar AS atau Rp 14 miliar per orang.

Mengutip seorang pejabat tinggi Haiti, Associated Press pada Selasa (19/10) menyebut seorang dari 400 geng Mawozo meminta uang tebusan tidak lama setelah penculikan para misionaris dan keluarganya pada 16 Oktober lalu.

Seseorang yang berhubungan dengan Christian Aid Ministries juga mengkonfirmasi permintaan tebusan 1 juta dolar AS per orang.


Christian Aid Ministries yang berbasis di Ohio menyebut, penculikan dilakukan terhadap para pria, wanita, anak-anak.

CNN melaporkan para korban termasuk 14 orang dewasa dan tiga anak di bawah umur. Mereka diculik ketika melakukan perjalanan ke Titanyen setelah mengunjungi panti asuhan di daerah Croix des Bouquets.

Orang dewasa yang ditawan berkisar antara usia 18 hingga 48 tahun, sedangkan anak-anak berusia delapan bulan, tiga tahun, enam tahun, 13 tahun, dan 15 tahun.

Enam belas dari korban penculikan adalah orang Amerika dan satu orang Kanada.

Pejabat setempat, mengatakan para misionaris itu dibawa dari bus menuju bandara untuk menurunkan beberapa anggota kelompok sebelum melanjutkan ke tujuan lain di Haiti.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya