Berita

Ekuador mendeklarasikan keadaan darurat/Net

Dunia

Ujung Bentrokan Maut Geng di Penjara, Ekuador Deklarasikan Keadaan Darurat

RABU, 20 OKTOBER 2021 | 08:55 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Keadaan darurat di Ekuador telah dideklarasikan oleh Presiden Guillermo Lasso, seiring dengan meningkatnya kekerasan dan kerusuhan di penjara.

Melalui siaran nasional pada Senin (18/10) Lasso memerintahkan militer dan polisi untuk mengamankan jalan-jalan dari geng bersenjata dan kartel narkoba.

"Dimulai segera, militer dan polisi akan turun ke jalan dengan paksa karena kami menetapkan keadaan darurat di seluruh wilayah nasional," kata Lasso, seperti dikutip Sputnik.


Lasso mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir Ekuador telah berubah dari negara penyelundup narkoba menjadi negara yang juga mengonsumsi narkoba.

"Di jalan-jalan Ekuador, hanya ada satu musuh: perdagangan narkoba," tegasnya.

Keadaan darurat akan berlaku selama 60 hari. Dengan status ini, polisi dapat meningkatkan patroli, serta bergabung dengan operasi narkoba dan senjata api di 9 dari 24 provinsi di Ekuador.

Selain mendeklarasikan keadaan darurat, Lasso juga mengangkat menteri pertahanan yang baru.

Ekuador adalah rute transit kokain yang diselundupkan dari negara tetangga Peru dan Kolombia, dan kartel narkoba Meksiko yang kuat dikatakan beroperasi melalui geng-geng lokal.

Bulan lalu, kerusuhan parah terjadi di penjara yang membuat 118 orang tewas. Insiden itu dinilai sebagai pembantaian penjara paling brutal yang pernah dialami Ekuador.

Pemerintah telah menyalahkan bentrokan kekerasan pada pertempuran antara anggota geng.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya