Berita

Obat antivirus molnupiravir/Net

Dunia

WHO Janjikan Akses Vaksin, Tes dan Obat Covid-19 yang Adil untuk Negara-negara Miskin

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 17:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berupaya untuk memberikan akses yang adil ke vaksin, tes, dan perawatan Covid-19 bagi negara-negara miskin.

Sebuah draf dokumen dari program Access to Covid-19 Tools Accelerator (ACT-A) yang dilihat Reuters pada Selasa (19/10) menguraikan rencana hingga September tahun depan.

Disebutkan, ACT-A akan mengirim sekitar 1 miliar tes Covid-19 ke negara-negara miskin dan pengadaan obat-obatan untuk 120 juta pasien secara global.


Salah satu perawatan yang kemungkinan termasuk dalam program ini adalah antivirus molnupiravir buatan Merck & Co untuk mengobati pasien ringan hingga sedang.

Harga antivirus itu hanya boleh dibanderol harga 10 dolar AS per kursus.

Rencana tersebut menyoroti bagaimana WHO ingin menopang pasokan obat-obatan dan tes dengan harga yang relatif rendah setelah kalah dalam perlombaan vaksin ke negara-negara kaya yang meraup sebagian besar pasokan dunia, meninggalkan negara-negara termiskin di dunia dengan sedikit suntikan.

Seorang juru bicara ACT-A mengatakan dokumen tertanggal 13  Oktober itu masih dalam tahap konsultasi dan menolak mengomentari isinya sebelum difinalisasi.

Dokumen tersebut juga akan dikirimkan kepada para pemimpin global menjelang KTT G20 di Roma pada akhir bulan ini.

ACT-A meminta G20 dan donor lain untuk pendanaan tambahan sebesar 22,8 miliar dolar AS hingga September 2022. Para donor sejauh ini telah menjanjikan 18,5 miliar dolar AS untuk program tersebut.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Bahlil Ungkap Defisit Minyak RI Hampir 1 Juta Barel per Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:24

Pemerintah Terus Perbaiki DTSEN agar Bansos Tepat Sasaran

Selasa, 15 September 2026 | 10:15

Jelang Sertijab Menteri Keuangan, Rupiah Melemah ke Rp17.674 per Dolar AS

Selasa, 15 September 2026 | 10:10

Pitra Romadoni Pilih Restoratif Justice soal Kasus ITE di Polres Bogor

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

Bahlil Buka Suara soal Antrean BBM Subsidi di Makassar

Selasa, 15 September 2026 | 10:05

KPK Benarkan Presiden Direktur Summarecon Agung Turut Terjaring OTT

Selasa, 15 September 2026 | 10:02

IBC Mulai Produksi Baterai di Karawang, Kapasitas Awal 6,9 GWh

Selasa, 15 September 2026 | 09:57

Ruang Akademik Menuju Ekosistem Hak Asasi Manusia

Selasa, 15 September 2026 | 09:48

Turun Dua Hari Beruntun, Emas Antam Ambruk ke Rp2,5 Juta per Gram

Selasa, 15 September 2026 | 09:44

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon Usai OTT

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Selengkapnya