Berita

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman/Net

Politik

Boyamin Saiman Duga Pelaku Korupsi Tanah Munjul Orang Lama di Era Ahok

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 12:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul, Jakarta Timur disinyalir bukan dilakukan orang baru.

Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman menjelaskan, tersangka kasus pengadaan lahan tanah Munjul, yakni pemilik korporasi PT Adonara Propertindo, Rudi Hartono Iskandar juga pernah terseret kasus tanah di Cengkareng era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Jejak pertama kali yang saya dapatkan, Rudi Hartono pada saat copy sertifikat ada memo disposisi dari Ahok untuk memerintah anak buahnya mengkaji untuk dibeli. Artinya patut dikonstruksikan Rudi Hartono pernah menemui Ahok menyodorkan fotokopi sertifikat yang sama," kata Boyamin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/10).


Boyamin berujar, dalam kasus lahan Cengkerang, nama Rudi Hartono juga tercantum dalam perjanjian jual beli tanah.

"Dalam dokumen perjanjiannya itu, jual beli bahkan mengajukan permohonan ganti rugi kepada Pemkot DKI ditandatangani oleh Rudi Hartono Iskandar sebagai kuasa dari pemilik tanah ibu Titi Noeziar Soekarno," jelasnya.

Masih kata Boyamin, hal ini menjadi gambaran bahwa Rudi Hartono Iskandar mengurusi lahan di Cengkareng dan Munjul.

"Itu bisa memberikan gambaran bahwa Rudi Hartono Iskandar itu mengurusi lahan yang di Cengkareng Barat dan juga melalui istrinya mengurusi lahan di Munjul," tandas Boyamin.

Semakin menguatnya nama Rudi dalam kasus korupsi pengadaan lahan di Munjul terkuak dalam sidang perdana Direktur Utama Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Yoory Corneles Pinontoan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis lalu (14/10).

Dalam surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa KPK, Takdir Suhan, Yoory bersama direktur PT Adonara, Anja Runtuwene, Tommy Adrian, dan Rudy Hartono telah merugikan negara Rp 152 miliar terkait pembelian lahan di Munjul, Jakarta Timur.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya