Berita

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah/Net

Dunia

Peringatkan Militer Lebanon, Hassan Nasrallah: Hizbullah Punya 100 Ribu Pejuang Siap Perang

SELASA, 19 OKTOBER 2021 | 08:50 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok Hizbullah mengaku telah memiliki 100 ribu pejuang terlatih dan berpengalaman yang siap untuk berperang.

Begitu yang dikatakan oleh pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, seperti dikutip Sputnik pada Senin (18/10).

Jika benar, maka jumlah pejuang kelompok militan itu akan melebihi total pasukan militer resmi Lebanon yang hanya memiliki 85 ribu tentara.


Nasrallah menggarisbawahi, para pejuang Hizbullah siap untuk berperang membela tanah, minyak, dan gas Lebanon, yang dicuri di depan mata orang-orang Lebanon.

Pernyataan Nasrallah muncul ketika Hizbullah dan sekutunya menghukum hakim Tarek Bitar yang mengawasi penyelidikan ledakan pelabuhan Beirut, menyerukan pemecatannya.

Menurut pejabat Hizbullah, penyelidikan hakim condong ke arah yang membuat kelompok itu bersalah atas ledakan besar tersebut.

Dalam pernyataannya, Nasrallah menuduh pemimpin Pasukan Kristen Lebanon sayap kanan, Samir Geagea, menciptakan kekerasan di lingkungan Tayuneh Beirut, menyebutnya sebagai penjahat dan pembunuh.

"Program sebenarnya untuk Pasukan Lebanon adalah perang saudara. Ancaman terbesar bagi perdamaian sosial di Lebanon adalah Pasukan Lebanon," ujar Nasrallah.

Ketegangan tinggi di Lebanon memperparah situasi ekonomi yang sudah sulit. Pekan lalu, bentrokan bersenjata terjadi selama protes atas penyelidikan panjang terhadap ledakan pelabuhan Beirut.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya