Berita

Azis Syamsuddin/Net

Hukum

Terungkap, Azis Syamsuddin Pernah Minta Rita Widyasari Berikan Keterangan Palsu Dihadapan Penyidik KPK, tapi Ditolak

SENIN, 18 OKTOBER 2021 | 16:37 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin ternyata pernah meminta mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rita Widyasari untuk tidak diseret namanya dan memberikan keterangan palsu saat diperiksa di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal itu diungkapkan langsung oleh Rita Widyasari saat menjadi saksi untuk terdakwa Stepanus Robin Pattuju selaku mantan pegawai KPK di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin sore (18/10).

Saat ditanyai pertanyaan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Rita mengaku pernah dihubungi oleh Azis setelah Robin dan Maskur Husain selaku pengacara ditangkap oleh KPK melalui teman Azis yang bernama Kris.


"Pada intinya beliau menyampaikan jangan bawa-bawa Bang Azis. Saya sampaikan, niatnya Bang Azis kan sebetulnya membantu saya Pak. Beliau bilang jangan bawa beliau. Ada beberapa angka yang harus saya akui," ujar Rita dipersidangan.

Angka yang dimaksud adalah terkait uang yang  berasal dari Azis kepada Robin, akan tetapi dipaksa agar Rita yang mengakuinya.

"Iya, dan saya menolak (menolak mengakui uang milik Azis). Yang uang dollar dan sebagainya dan uang yang Rp 200 juta yang ditransfer Bang Azis (ke Maskur). Saya sampaikan saya gak bisa, bukan uang saya," kata Rita.

Setelah mendengar jawaban Rita, Jaksa selanjutnya membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) saksi Rita terkait hal tersebut.

"Saya tegaskan ya, dari keterangan saudara tadi saudara didatangi oleh temannya Pak Azis bernama Pak Kris. Dan Pak Kris menyampaikan ke saudara bahwa intinya jangan bawa-bawa nama Pak Azis Syamsuddin kalau diperiksa KPK. Dan kedua, terkait uang Rp 200 juta yang ditransfer Pak Azis ke Pak Maskur, serta uang yang berbentuk dolar agar diakui itu uangnya saudara. Benar begitu?" tanya Jaksa dan diamini Rita.

Padahal kata Rita, dirinya tidak punya uang, apalagi sebanyak yang disampaikan oleh Kris agar diakui milik Rita.

"Saya tidak punya uang, Pak," terang Rita.

Selanjutnya, Jaksa mendalami kegunaan yang tersebut. Menurut Rita, uang tersebut disuruh diakui dengan alasan untuk pembayaran lawyer atau pengacara.

"Apakah Pak Azis menyampaikan, 'Bunda tolong kalau diperiksa KPK akui saja dolar yang dicairkan Robin Pattuju di money changer itu dari rekening Bunda". Benar?" tanya Jaksa menirukan ucapan Azis yang ada di BAP Rita dan diamini Rita.

"Terus saudara menanyakan, 'Berapa Bang dan itu uang dari Abang?' 'Pak Azis menyampaikan sekitar Rp 8 miliar' iya. 'Itu uang dolar dari saya (Azis). Pernah?" tanya kembali Jaksa.

"Saya cuma bilang Rp 8 miliar," kata Rita sembari menirukan ekspresi kaget pada saat itu.

Bahkan kata Rita, uang-uang tersebut dianggap legal karena untuk pembayaran lawyer.

"Ada (penyampaian dari Azis soal legal). Dari awal memang niatnya lawyer fee," pungkas Rita.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya