Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Sangat Canggih, Uji Coba Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir China Bikin AS Terkejut

MINGGU, 17 OKTOBER 2021 | 09:42 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan telah melakukan uji coba rudal hipersonik berkemampuan nuklirnya yang canggih.

Dari laporan The Financial Times yang dikutip Minggu (17/10), uji coba dilakukan pada Agustus. Tes itu menunjukkan China memiliki kemampuan luar angkasa canggih yang mengejutkan intelijen Amerika Serikat (AS).

Itu lantaran China meluncurkan roket yang membawa kendaraan luncur hipersonik terbang melalui ruang orbit rendah, sebelum meluncur menuju sasarannya.


"Itu meleset dari target sekitar dua lusin mil, tetapi menunjukkan kemajuan luar biasa China pada senjata hipersonik," tulis The Financial Times mengutip lima sumber.

AS, Rusia, dan China telah berlomba mengerjakan senjata hipersonik. Pada Juli, Rusia telah menguji coba satu rudalnya. Sementara AS berencana untuk melengkapi semua kapal perusak Angkatan Lautnya dengan rudal hipersonik yang lima kali lebih cepat dari kecepatan cahaya.

Itu membuat mereka lebih lambat daripada beberapa rudal balistik yang ada. Tetapi tidak seperti teknologi yang lebih tua, rudal hipersonik dapat dikendalikan setelah diluncurkan, membuatnya lebih mudah untuk menghindari sistem pertahanan.

“Kami telah memperjelas kekhawatiran kami tentang kemampuan militer yang terus dikejar China, kemampuan yang hanya meningkatkan ketegangan di kawasan dan sekitarnya,” kata jurubicara Departemen Pertahanan John Kirby kepada The Financial Times.

“Itulah salah satu alasan mengapa kami menganggap China sebagai tantangan langkah nomor satu," tambahnya.

Sementara itu, jurubicara Kedutaan Besar China di London Liu Pengyu mengatakan kebijakan militer negara itu hanya bersifat defensif.

“Kami tidak memiliki strategi global dan rencana operasi militer seperti yang dilakukan AS. Dan kami sama sekali tidak tertarik untuk melakukan perlombaan senjata dengan negara lain," pungkasnya.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya