Berita

Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini/RMOL

Politik

Tarik Ulur Waktu Penyelenggaraan Pemilu Kontraproduktif, Baru di Era Jokowi Ada Usulan dari Pemerintah

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 15:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Tarik ulur penetapan waktu penyelenggaraan Pemilu 2024 dinilai kontradiktif. Sebab, hal itu diyakini akan menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Begitu disampaikan Anggota Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, dalam webinar Lembaga Survei KedaiKopi bertajuk "Memprediksi Kemunculan Capres Ala Pembagian Wilayah Penanganan Covid-19" pada Jumat siang (16/10).

"Implikasinya adalah selain menjadi pertanyaan soal kepastian penyelenggaraan Pemilu 2024, juga dia menghadirkan kontroversi dan spekulasi, melebar ke hal-hal yang tidak perlu," kata Titi Anggraini.


Menurut Titi, dalam penentuan jadwal Pemilu Serentak 2024 ini baru pertama kali pemerintah menyodorkan tawaran atau usulan. Di masa sebelum-sebelumnya, bahkan sejak era reformasi, dia tidak pernah mendengar adanya usulan dari pemerintah.

"Nah ini akhirnya kontraproduktif nih, karena harapannya sejak awal kita bisa mendapat kepastian hari pemungutan suara dan persiapan yang lebih matang," tuturnya.

Di samping itu, Titi menilai Pemilu 2024 akan menjadi Pemilu yang paling rumit dan kompleks, dalam sejarah elektoral di Indonesia.

Ini akibat penyelenggaraan Pileg Pilpres dan Pilkada pada tahun yang sama, meskipun hari pemungutan suaranya berbeda bulan.

Dalam hal usulan penetapan tanggal pencoblosan Pemilu ini, Menteri Dalam Negeri, M. Tito Karnavian sebelumnya meyampaikan keinginan pemerintah untuk memundurkan waktu pemungutan suara pemilu menjadi tanggal 15 Mei 2024.

Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan Pemilu Serentak 2024 digelar pada 21 Februari. Selanjutnya, juga diusulkan Pilkada pada 27 November 2024.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Indeks Kecakapan Bahasa Inggris di Indonesia Masih Rendah, Ini Sebabnya

Selasa, 09 Juni 2026 | 22:16

Putusan Kasasi MA Sengketa Lahan Digugat, Prinsipal Lapor Badan Pengawas

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:53

KPK dan Polri Ternyata Lakukan Joint Investigation dalam OTT Bupati Muara Enim

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:44

Badak Kalimantan Terakhir di Alam Liar Segera Dievakuasi

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:16

Nadiem Kecewa Replik Jaksa Abaikan Fakta Persidangan

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:05

Budi Bantah Ditawari Jadi Menkeu: Sekarang Masih Menkes!

Selasa, 09 Juni 2026 | 21:00

Citizen Lawsuit, Rangkap Jabatan Otto Hasibuan Digugat ke Pengadilan

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:52

DEN Ingatkan Risiko Inflasi Imbas Rupiah Melemah

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:45

Besok Prabowo ke Lampung, Tinjau RSUD Krui

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:36

Luhut: 80 Persen Data Pemerintah Sudah Terhubung Lewat GovTech Berbasis AI

Selasa, 09 Juni 2026 | 20:21

Selengkapnya