Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

FIFA Evakuasi 100 Warga Afghanistan, Termasuk Puluhan Timnas Perempuan

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 11:18 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) berhasil mengevakuasi 100 warga Afghanistan, termasuk 20 di antaranya adalah pesepakbola perempuan.

Dari laporan The Independent, mereka yang dievakuasi mayoritas adalah perempuan dan anak perempuan. Mereka meninggalkan Kabul pada Kamis (14/10), dengan penerbangan menuju Doha, Qatar.

Proses evakuasi ini dibantu oleh pemerintah Qatar, yang bekerja sama dengan FIFA untuk mengamankan perjalanan.


“Mereka sekarang telah mendarat di Doha dan senang karena aman. Ini telah menjadi negosiasi panjang sejak Agustus untuk mengeluarkan mereka," kata seorang sumber.

Belum diketahui ke mana 100 warga Afghanistan itu akan pergi setelah dari Doha.

Namun mereka telah diberikan paspor dan dokumen resmi sebelum  meninggalkan Kabul.

Bulan lalu, sebanyak 32 peremuan yang tergabung dalam tim sepakbola nasional dilaporkan terdampar di Afghanistan.

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan kemudian membuat surat agar mereka dan keluarga dapat diberikan visa sementara supaya bisa memasuki Pakistan.

Sekitar 14.000 orang, termasuk banyak warga Inggris, diterbangkan dari Kabul pada Agustus setelah pemerintah Afghanistan melarikan diri dari pejuang Taliban.

Tetapi ribuan lainnya tertinggal, dan ada ketakutan akan masa depan perempuan.

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya