Berita

Kapal selam serang nuklir milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Connecticut/Net

Dunia

Kapal Selam Nuklir AS Tabrakan di LCS, Pengamat Khawatir Ada Kebocoran Radiasi yang Memicu Bencana Skala Global

JUMAT, 15 OKTOBER 2021 | 10:40 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Insiden tabrakan kapal selam nuklir Amerika Serikat (AS), USS Connecticut, dengan objek misterius di Laut China Selatan memicu kekhawatiran terhadap ancaman kebocoran radiasi.

Hal itu disuarakan oleh sejumlah pengamat kepada surat kabar pemerintah China, Global Times, Kamis (14/10).

Pada 2 Oktober lalu, Armada Pasifik AS melaporkan USS Connecticut telah menabrak objek yang tidak diketahui ketika beroperasi di perairan internasional di kawasan Indo-Pasifik. Akibatnya, 11 awak mengalami luka ringan hingga sedang.


Belakangan diketahui kecelakaan tersebut terjadi di Laut China Selatan, meski militer AS tidak menyebutkan lokasinya secara jelas.

Berdasarkan data satelit, Direktur Penyelidikan Situasi Strategis Laut China Selatan (SCSPI) Hu Bo memperkirakan kapal selam itu kemungkinan mengalami kecelakaan di segitiga Saluran Hainan-Paracel-Bashi.

"Ini adalah area aktivitas milliter AS di Laut China Selatan," kata Hu, seperti dikutip Sputnik.

Perkiraan itu diperkuat dengan kemunculan sekelompok kapal induk AS yang dipimpin USS Carl Vinson yang melewati Selat Bashi dua hari setelah kejadian, yaitu 4 Oktober pagi hari.

Menurut prosedur standar, kapal selam AS akan mengintai di depan kapal induk pada jarak antara 300-500 km untuk membantu memastikan keselamatan mereka.

“Jika kapal selam itu adalah bagian dari kelompok kapal induk, maka itu pasti dalam segitiga yang kami tunjukkan," jelas Hu.

Selain itu, merujuk pada strategi Angkatan Laut AS ketika melawan Uni Soviet selama Perang Dingin, kapal selam AS biasanya ditempatkan di dekat pelabuhan tempat kapal selam nuklir musuh ditempatkan.

Dalam hal ini, USS Connecticut, menurut China, telah melanggar sembilan garis putus-putus yang diklaim Beijing di Laut China Selatan jika kecelakaan terjadi di segitiga yang dimaksud.

Lebih lanjut, ahli strategi militer China Du Wenlong dalam laporan Global Times yang sama menyoroti kekhawatiran kemungkinan kebocoran radiasi pada reaktor nuklir USS Connecticut.

Ia menilai, jika terjadi kebocoran, maka radiasi akan menjadi bencana bagi seluruh planet.

“Uranium yang sangat diperkaya digunakan dalam reaktor kapal selam nuklir berbeda dengan uranium yang diperkaya tingkat industri yang digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir. Jika kapal selam nuklir dengan bobot lebih dari 9.000 ton mengalami kebocoran nuklir di bawah air, konsekuensinya akan sangat serius,” imbau Du.

Bukan hanya meracuni lingkungan setempat dan mencemari air, hewan laut, dan kehidupan tumbuhan, Du mengatakan, radiasi juga dapat menyebar ke seluruh lautan oleh arus laut, yang mengakibatkan bencana skala global.

Tetapi dalam pernyataannya pekan lalu, Angkatan Laut AS menekankan bahwa pembangkit tenaga nuklir USS Connecticut "tidak terpengaruh" oleh kecelakaan dan tetap beroperasi penuh.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Mojtaba Khamenei Janjikan Kekalahan Pahit bagi AS-Israel

Minggu, 19 April 2026 | 16:14

Wondr Kemala Run 2026 Putar Roda Ekonomi hingga Rp140 Miliar

Minggu, 19 April 2026 | 16:06

India Protes ke Iran, Dua Kapalnya Ditembak di Selat Hormuz

Minggu, 19 April 2026 | 15:33

Didik Rachbini: Video Ceramah JK Direkayasa untuk Memecah Belah

Minggu, 19 April 2026 | 15:29

Ketua GPK: Isu Pemecatan Massal PPP Menyesatkan

Minggu, 19 April 2026 | 14:57

KPK Soroti Risiko Korupsi Pinjaman Luar Negeri

Minggu, 19 April 2026 | 14:13

MUI Dorong Penguatan Akhlak di Kampus untuk Cegah Kekerasan Seksual

Minggu, 19 April 2026 | 14:09

Iran Ringkus 127 Orang Terduga Mata-mata Musuh

Minggu, 19 April 2026 | 13:39

Cak Imin Wanti-wanti Penyalahgunaan Vape untuk Narkoba

Minggu, 19 April 2026 | 13:25

Menkop Ajak DPRD Dukung Kopdes Jadi Mesin Ekonomi Baru

Minggu, 19 April 2026 | 13:10

Selengkapnya